Poin Penting
- IHSG turun 0,56 persen ke 6.127,38, sementara kapitalisasi pasar naik 0,88 persen menjadi Rp10.729 triliun
- Saham BBCA, ASII, BBRI, AMRT, dan APIC menjadi penekan utama IHSG pekan ini
- Nilai, volume, dan frekuensi transaksi saham di BEI sama-sama mencatat kenaikan.
Jakarta – Pergerakan pasar saham domestik pada pekan perdagangan 25, 26, dan 29 Mei 2026 ditutup bervariasi. Hal itu tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi 0,56 persen ke level 6.127,38, dibandingkan posisi penutupan pekan sebelumnya di level 6.162,04.
Di tengah pelemahan IHSG, nilai kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) justru mencatatkan pertumbuhan.
Kapitalisasi pasar BEI naik 0,88 persen menjadi Rp10.729 triliun, dari Rp10.635 triliun pada pekan sebelumnya.
Baca juga: IHSG Terkoreksi 0,56 Persen dalam Sepekan, Dana Asing Kabur Rp8,36 Triliun
Dengan pergerakan tersebut, BEI telah merangkum lima saham yang menjadi top laggards atau saham yang mendorong pelemahan IHSG di pekan ini, antara lain:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyumbang penurunan tertinggi sebesar 18,74 poin ke IHSG, dengan harga saham yang melemah 3,39 persen
- PT Astra International Tbk (ASII) menyumbang sebanyak 15,96 poin ke pelemahan IHSG, dengan harga saham yang turun 7,41 persen
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyumbang penurunan sebanyak 15,68 poin ke IHSG, dengan harga saham yang merosot 3,28 persen
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menyumbang pelemahan sebanyak 10,53 poin ke IHSG, dengan harga saham yang turun 19,3 persen
- PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) memberikan 6,04 poin ke penurunan IHSG dan harga sahamnya melemah sebanyak 27,14 persen.
Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini meningkat 30,37 persen menjadi Rp28,38 triliun, dibandingkan Rp21,77 triliun pada pekan sebelumnya.
Baca juga: FTSE Russell Depak 4 Saham Indonesia, Ini Daftarnya
Kenaikan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian yang tumbuh 2,53 persen menjadi 36,67 miliar lembar saham, dari 35,76 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian turut mencatatkan pertumbuhan sebesar 15,68 persen menjadi 1,56 juta kali transaksi, dibandingkan 1,35 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya. (*)
Editor: Galih Pratama


