Poin Penting
- CNMA membukukan laba bersih Rp201 miliar dengan pendapatan mencapai Rp2,6 triliun pada semester I 2026.
- Jumlah penonton meningkat dari 15,5 juta menjadi 21,9 juta orang pada kuartal II, mendorong pertumbuhan pendapatan.
- Cinema XXI terus berekspansi dengan membuka dua bioskop baru sehingga total jaringan mencapai 269 bioskop dan 1.395 layar.
Jakarta – PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), pengelola jaringan bioskop Cinema XXI, membukukan laba bersih Rp201 miliar pada semester I 2026. Perseroan juga mencatat pendapatan Rp2,6 triliun dengan EBITDA mencapai Rp708,2 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan CNMA, kinerja perseroan membaik pada kuartal II 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya.
Pendapatan perseroan menanjak sekitar 40 persen, dari Rp1,1 triliun pada kuartal I menjadi Rp1,5 triliun pada kuartal II 2026.
Perolehan ini ditopang oleh bertambahnya jumlah penonton bioskop dari sekitar 15,5 juta orang pada kuartal I menjadi 21,9 juta orang pada kuartal II 2026.
Baca juga: Pendapatan Cinema XXI (CNMA) Tembus Rp1,1 T di Q1 2026, Ditopang Film Lokal
Selain itu, didukung penambahan layar baru, pertumbuhan juga ditopang oleh kehadiran sejumlah film nasional dan internasional yang menarik minat masyarakat.
Sementara itu, pendapatan dari penjualan tiket bioskop naik 38 persen menjadi Rp919,4 miliar pada kuartal II, dari Rp665,3 miliar pada kuartal sebelumnya. Sementara pendapatan makanan dan minuman meningkat 48 persen menjadi Rp528,8 miliar, dari sebelumnya Rp357,6 miliar.
Baca juga: Panin Bank Bukukan Laba Rp1,44 Triliun pada Semester I 2026, Ini Penopangnya
Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman mengatakan hasil tersebut menunjukkan konsistensi pelaksanaan strategi bisnis dan efisiensi operasional yang dijalankan Perseroan.
“Capaian Perseroan pada semester pertama tahun 2026 mencerminkan konsistensi pelaksanaan strategi bisnis dan disiplin operasional Cinema XXI. Perseroan berkomitmen menghadirkan pengalaman menonton terbaik melalui layanan berkualitas dan inovasi yang relevan,” kata Suryo dalam keterangannya, Jumat, 31 Juli 2026.
Penjualan Tiket Jadi Penyumbang Terbesar Pendapatan
Sepanjang semester pertama 2026, penjualan tiket masih menjadi kontributor utama pendapatan Cinema XXI dengan nilai Rp1,6 triliun atau sekitar 60,2 persen dari total pendapatan.
Adapun penjualan makanan dan minuman menyumbang Rp886,3 miliar atau sekitar 33,7 persen dari total pendapatan. Sisanya berasal dari iklan, platform digital, dan penyelenggaraan acara yang berkontribusi Rp160,2 miliar atau sekitar 6,1 persen.
Baca juga: Top, Laba Bank Banten Melonjak 239,16 Persen di Juni 2026 Jadi Rp21,36 Miliar
CNMA juga melanjutkan ekspansi jaringan bioskop dengan membuka dua lokasi baru, yakni Ciplaz Cipanas XXI dan 23 Semarang XXI, yang menambah tujuh layar baru pada semester pertama tahun ini.
Hingga 30 Juni 2026, Cinema XXI mengoperasikan 269 bioskop dengan total 1.395 layar yang tersebar di 55 kota dan 30 kabupaten di Tanah Air. (*)
Editor: Yulian Saputra


