Poin Penting
- Laba bersih Panin Bank naik 1 persen menjadi Rp1,44 triliun pada semester I 2026, didorong kenaikan pendapatan bunga bersih dan NIM.
- Kredit turun 3,75 persen menjadi Rp139,64 triliun karena perseroan memperketat seleksi pembiayaan di tengah ketidakpastian global.
- Permodalan semakin kuat, dengan rasio CASA naik menjadi 42 persen dan CAR meningkat menjadi 35,93 persen.
Jakarta – Panin Bank membukukan laba bersih sebesar Rp1,44 triliun pada semester I 2026. Capaian ini tumbuh 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,42 triliun.
Presiden Direktur Panin Bank, Herwidayatmo, mengatakan peningkatan laba bersih tersebut terutama didukung oleh kenaikan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 6,6 persen menjadi Rp4,68 triliun, dari Rp4,39 triliun pada semester I 2025.
“Penurunan suku bunga yang terjadi sejak pertengahan tahun 2025 memberikan kesempatan kepada bank untuk meningkatkan Net Interset Margin (NIM) yang naik menjadi 4,55 persen dari 4,23 persen pada Juni 2025,” ujar Herwidayatmo dalam keterangannya, Jumat, 31 Juli 2026.
Baca juga: PaninBank Bukukan Laba Rp1,44 Triliun di Semester I 2026, NIM Naik 4,55 Persen
Di sisi lain, penyaluran kredit Panin Bank turun 3,75 persen menjadi Rp139,64 triliun. Perlambatan tersebut dipengaruhi kebijakan perseroan yang lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan guna menjaga kualitas portofolio kredit.
“Selama semester I tahun 2026 Panin Bank semakin selektif dalam memilih sektor, debitur, dan tujuan pembiayaan, ditengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian,” ungkapnya.
Sementara, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) Panin Bank dikendalikan untuk mengantisipasi masih lemahnya pertumbuhan kredit, dengan penurunan sebesar 7,87 persen menjadi Rp144,57 triliun.
Baca juga: Bank Panin Tebar Dividen Rp1,01 Triliun, Setara Rp42 per Saham
Untuk memperkuat struktur pendanaan, Panin Bank menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap IV Tahun 2026 senilai Rp2,71 triliun, Obligasi Berkelanjutan V Tahap I Tahun 2026 sebesar Rp500 miliar, dan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan V Tahap I Tahun 2026 senilai Rp50 miliar.
CASA dan Permodalan Menguat
Herwidayatmo menambahkan, perseroan terus mendorong pertumbuhan dana murah (CASA) melalui peningkatan tabungan dan giro. Upaya tersebut berhasil meningkatkan rasio CASA menjadi 42 persen pada akhir Juni 2026, dari 40 persen pada akhir Desember 2025.
Di sisi permodalan, Panin Bank juga mencatat penguatan dengan total modal mencapai Rp53,33 triliun. Sementara itu, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) meningkat menjadi 35,93 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra


