Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) berharap dapat meraup 10% dari total dana repatriasi yang masuk ke Indonesia selama program tax amnesty berjalan. Hal ini sejalan dengan tingginya apresiasi masyarakat dari program tax amnesty I yang telah selesai pada bulan lalu.
Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Head of Marketing, Brand, Communication CIMB Niaga, Slamet Sudjiono, di Jakarta, Rabu, 19 Oktober 2016. “Yang deklarasi sudah banyak, kami harapkan 10% dari dana repatriasi pajak selama tiga periode,” ujarnya.
Sampai dengan periode pertama program tax amnesty berjalan, CIMB telah menerima deklarasi dana yang cukup banyak. Namun, demikian dirinya enggan berbicara banyak, lantaran masih menunggu realisasi dana repatriasi pajak hingga akhir Desember 2016.
“Yang deklarasi sudah banyak, tapi untuk repatriasi kita akan lihat hingga akhir Desember 2016,” tambah Kepala Produk Perbankan Ritel CIMB Niaga Budiman Tanjung.(Selanjutnya : Dana repatriasi banyak ditempatkan di tabungan…)
Page: 1 2
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More