Poin Penting:
- Jasa Marga menyediakan akses CCTV di ruas tol yang dapat dipantau real-time melalui aplikasi Travoy untuk membantu pemudik memantau kondisi lalu lintas.
- Aplikasi Travoy menghadirkan fitur route finder yang memungkinkan pengguna jalan mengetahui rute tercepat serta estimasi tarif tol.
- Volume kendaraan di Gerbang Tol Cikampek Utama meningkat signifikan menjelang Lebaran, sehingga pemudik diimbau menghindari jam perjalanan favorit.
Jakarta – PT Jasa Marga menyediakan akses CCTV di sejumlah ruas tol yang dikelola Jasa Marga Group untuk membantu pemudik memantau kondisi lalu lintas secara langsung. Selain itu, perusahaan juga menghadirkan fitur pemetaan rute terbaik melalui aplikasi Travoy (Traffic Traveling) agar pengguna jalan dapat memilih jalur tercepat selama perjalanan mudik.
Fasilitas CCTV tersebut memungkinkan pengguna jalan memantau kondisi lalu lintas secara real-time, sekaligus memperkirakan waktu tempuh menuju tujuan.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasa Marga Trans Jawa Tol, Ria Marlinda Paalo, mengatakan bahwa pemudik dapat memanfaatkan aplikasi Travoy untuk melihat kondisi tol secara langsung melalui jaringan CCTV yang tersebar di sepanjang ruas tol.
“Terutama membantu pengguna jalan untuk menghitung waktu tempuhnya. Jadi kalau tadi CCTV sudah bisa dilihat karena setiap 500 meter kami punya CCTV di ruas tol Jasa Marga Group,” kata Ria kepada pers di dekat Gerbang Tol Cikampek Utama, Minggu.
Baca juga: YLKI Yakin Satgas Ramadan Pertamina Mampu Jaga Pasokan BBM dan LPG saat Mudik Lebaran 2026
Fitur Route Finder Bantu Tentukan Rute Tercepat
Selain memantau kondisi lalu lintas melalui CCTV, aplikasi Travoy juga menghadirkan fitur baru bernama route finder atau pencari rute. Fitur ini membantu pemudik menentukan rute terbaik menuju tujuan dengan informasi yang lebih lengkap.
Dengan fitur tersebut, pengguna jalan dapat mengetahui gerbang tol yang akan dilalui serta estimasi tarif yang harus dibayarkan.
“‘Route finder‘ itu salah satu fitur yang memang dirilis saat ini, yang bisa digunakan pengguna jalan untuk dapat memperkirakan gerbang tol mana saja yang akan dilalui, berapa tarif yang akan dikeluarkan sehingga memberikan informasi secara utuh kepada pengguna jalan,” ujar Ria.
Melalui kombinasi pemantauan CCTV dan fitur pencarian rute, Jasa Marga berharap pemudik dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik sehingga arus mudik dapat berjalan lebih lancar.
Pemudik Diimbau Hindari Jam Favorit
Di sisi lain, Jasa Marga juga mengimbau masyarakat yang akan mudik melalui Tol Jakarta–Cikampek untuk menghindari waktu-waktu favorit keberangkatan.
Menurut Ria, kepadatan biasanya terjadi pada pagi hingga sore hari.
“Biasanya untuk arus mudik itu orang pengguna jalan waktu favoritnya adalah di pagi hari, jam 6 sampai dengan jam 4 sore. Jadi kami memang melakukan imbauan terus-menerus supaya memilih waktu tempuh hindari waktu-waktu favorit,” ujarnya.
Baca juga: Tips Menjaga Rumah Tetap Aman saat Ditinggalkan Mudik Lebaran
Volume Kendaraan di Gerbang Tol Cikampek Utama Meningkat
Data Jasa Marga menunjukkan volume kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama mulai meningkat menjelang Lebaran.
Sejak H-10 hingga H-7 Lebaran, sebanyak 168 ribu kendaraan telah melintasi gerbang tol tersebut. Angka ini tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
“Untuk hari ini saja sampai dengan selesai sif satu (pukul 04.30-12.30 WIB) itu 23 ribu kendaraan lintasi Gerbang Tol Cikampek Utama. Itu sudah 100 persen lebih di atas normal,” kata Ria.
Jasa Marga berharap pemudik dapat memanfaatkan akses CCTV dan fitur pemetaan rute di aplikasi Travoy untuk memantau kondisi jalan sekaligus menentukan waktu perjalanan yang lebih efisien selama arus mudik. (*)
Editor: Yulian Saputra










