Jakarta–Citiasia Center for Smart Nation (CCSN) akan meluncurkan hasil studi Indonesia Smart Nation Index 2016 (Indeks Daerah Pintar 2016) sekaligus mengumumkan daerah-daerah dengan raihan nilai indeks tertinggi, pada Malam Penganugerahan Indonesia Smart Nation Award 2016 tanggal 29 November 2016 di Hotel Bidakara – Jakarta.
Indeks ini mengukur kondisi seluruh daerah di Indonesia (34 provinsi, 412 kabupaten, dan 93 kota) berdasarkan data terpublikasi dari berbagai sumber (data kementerian/lembaga, statistik wilayah seluruh Indonesia, web resmi Pemda) dan analisis 72 media cetak nasional maupun lokal serta 100 media daring.
Berdasarkan rilis yang diterima infobank, Rabu, 23 November 2016, Indonesia Smart Nation Index sendiri pada dasarnya dihitung dari dua indeks penyusun, yaitu indeks kesiapan menuju daerah pintar (Smart Readiness Index) dan indeks kinerja daerah pintar (Smart Region Index). (Baca juga: 9 Daerah Raih Indeks Terbaik di ISNA 2015)
Di dalam Smart Readiness Index, terdapat lima dimensi yang diukur, yaitu sumber daya alam (nature), struktur, infrastruktur, suprastruktur, dan kultur sebuah daerah.
Sedangkan pada Smart Region Index, terdapat enam dimensi yang diukur, yaitu dimensi smart governance, dimensi smart branding, dimensi smart living, dimensi smart society, dan dimensi smart environment.
Founder & Chairman Citiasia, Dr. Cahyana Ahmadjayadi mengatakan, kelebihan dari studi tentang pemeringkatan daerah ini dibandingkan lainnya karena telah memanfaatkan metode big data analytic yang dikembangkan oleh Citiasia,Inc. yang disebut Big CAT (Citiasia Tools for Big Data Analytic), yang memungkinkan diolahnya data yang berskala masif dan beragam secara cepat dan akurat. (Selanjutnya: Gambarkan kondisi wilayah)
Di sisi lain Prof. Dr Marsudi W. Kisworo sebagai Ketua Dewan Juri ISNA 2016 menegaskan bahwa Indeks ini berguna untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang kondisi suatu kota, kabupaten, provinsi dalam sebuah ukuran yang mudah untuk dipahami.
“Tujuan dari disusunnya indeks ini adalah untuk menjadi salah satu acuan kondisi daerah-daerah untuk menuju Indonesia Smart Nation. Sedangkan manfaat bagi daerah sendiri dengan disusunnya indeks ini adalah sebagai alat ukur untuk melakukan inovasi-inovasi dalam pembangunan di daerahnya agar dapat menjadi daerah pintar (Smart Region),” kata Marsudi.
Adapun dewan juri yang terlibat dalam pengukuran indeks ini adalah sebagai berikut:
• Prof. Dr. Marsudi W. Kisworo (Rektor Perbanas Institute)
• Prof. Dr. Eko Indrajit (Pakar ICT Indonesia )
• Ibu Diah Indrajati (Dirjen Bina Bangda – Kemendagri)
• Ibu Hayu Parasati, MPS (Direktorat Perkotaan – Bappenas)
• Dr. Ashwin Sasongko S (Peneliti LIPI)
• Dr. Cahyana Ahmadjayadi (Founder dan Chairman Citiasia, Inc.)
• Eko B. Supriyanto (Pemred Majalah Infobank)
• Farid Subkhan (CEO Citiasia, Inc.)
• Bambang Dwi Anggono (Kemenkominfo)
Menurut Farid Subkhan, CEO Citiasia Inc., pemeringkatan ini bertujuan untuk melihat posisi kinerja daerah dan membantu meningkatkan daya saingnya secara nasional dan internasional. Terutama dalam membangun kesiapan daerah pintar “smart region readiness” dan membangun daerah pintar “smart region” yang maju, kreatif, dan berkelanjutan. Kesiapan daerah pintar terutama dalam penyiapan infrastruktur fisik, digital, dan sosial.
Akan hadir dalam event ini para pejabat kementerian, para kepala daerah penerima penghargaan ISNA 2016, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Dalam acara ini Citiasia Inc. juga akan melakukan peluncuran buku yang berjudul New Indonesia: Melesat Atau Kandas, Dari Smart City Menuju Smart Nation. (*) Dwitya Putra
(Baca juga: Indonesia Smart Nation Perlu Dukungan Solusi Cloud)
Editor: Paulus Yoga


