Jakarta–PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terus berupaya melakukan berbagai kegiatan sosialisasi terkait investasi di pasar modal. Salah satunya dengan menggelar Pameran Yuk Nabung Saham dengan judul Indonesia Investment Festival (Investival) 2016.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Alpino Kianjaya menyampaikan, melalui pameran yang digelar di Mall Taman Anggrek tersebut BEI berupaya membuka wawasan masyarakat awam tentang investasi di pasar modal.
Disamping melalukan edukasi pada masyarakat, Alpino mengajak masyarakat mulai berpindah cara pandang dari kebudayaan konsumtif menjadi menabung saham.
“Selama ini kebanyakan masyarakat lebih konsumtif belanja produk-produk Unilever misalnya. Kenapa tidak kita sisihkan uang tersebut untuk kita beli kan saham perusahaannya,” kata Alpino di Mall Taman Anggrek, Jakarta, Jumat, 21 Oktober 2016. (Selanjutnya : Keuntungan nabung saham…)
Alpino juga membandingkan antara kebiasaan menabung di bank dengan menabung saham. Menurutnya menabung di bank tidak memiliki manfaat lebih, sebab bunganya tidak lebih dari inflasi.
“Contoh kita nabung di bank Rp10 jutaan, bunga setahunnya paling 6%. Kalau per bulannya bunganya itu paling tidak melebihi biaya administrasinya Rp17 ribu. Bagaimana kita bisa kaya,” tuturnya.
Sementara jika menabung saham selain memiliki return yang tinggi juga bisa dimulai dengan dana yang sangat kecil, bahkan hanya dengan uang Rp50 ribu.
(Baca juga : 2017, Bursa Targetkan Jumlah Saham Bertambah Rp100 Triliun)
“Saya kasih contoh ada saham emiten properti harganya cuma Rp500 kalau beli satu lot kali 100 cuma Rp50 ribu. Kita sudha jadi pemegang saham, Kenapa kita enggak beli sahamnya. Ini agar adik-adik kita bisa paham bahwa uang itu bisa digunakan untuk yang positif untuk investasi masa depan,” ujarnya. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga




