Jakarta – Pada malam penganugerahan Annual Report Award (ARA) 2015, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terpilih sebagai juara pertama dalam kategori BUMN keuangan listed. Raihan ini merupakan kerja keras perseroan dalam mengedepankan strategi yang baik dalam menjalani keterbukaan informasi ke publik.
“Strategi BTN jadi nomor satu, keterbukaan, meningkatkan implementasi good corporate governance (GCG),” ujar Direktur Utama Bank BTN, Maryono, di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa malam, 27 September 2016.
Selain itu, Maryono menyebutkan, perolehan peringkat pertama dalam penganugerahan ARA 2015 tersebut juga tidak terlepas dari pencapaian kinerja perseroan. “Kita sudah masuk dalam movement terbaik, ini lah yang menjadi alasan kita untuk terbuka terhadap hasil kinerja kita,” ucap Maryono.
(Baca juga: Penganugerahan ARA Untuk Perusahaan Terbaik)
Menurutnya, dengan pencapaian yang telah diraih, BTN akan terus meningkatkan performa kinerja keuangannya, untuk memberikan imbal hasil yang menarik bagi para investor.
“Pertumbuhan kredit dan laba semakin meningkat, semakin menambah kepercayaan tentang lembaga listed, kita semakin mendapatkan kepercayaan. Kita bangun ini yang terbaik untuk bisa bersaing di lembaga internasional yang ada,” papar Maryono. (Bersambung)
Terkait kinerja keuangan pada semester I 2016, Perseroan membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 25,4% menjadi Rp1,04 triliun. Laba tersebut meningkat dari Rp850 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Sedangkan untuk pendapatan bunga bersih mencapai Rp3,69 triliun dan pendapatan operasional mencapai Rp584 miliar. Pendapatan bunga bersih tumbuh 15,71% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,19 triliun. Sementara pendapatan operasional lainnya tumbuh 12,56% dari tahun 2015 yang sebesar Rp519 miliar.
Perolehan dana pihak ketiga (DPK) BTN pada semester I 2016 meningkat 17,29% menjadi Rp134,55 triliun dibandingkan Rp114,74 triliun pada akhir Juni 2015 lalu. Pertumbuhan DPK didorong oleh pertumbuhan giro dan deposito yang masing-masing tumbuh 22,86% dan 20,06 persen, sementara tabungan tumbuh 5,64%.
Penyaluran kredit BTN mengalami pertumbuhan sebesar 18,39% pada semester I 2016, menjadi Rp149,31 triliun dari Rp126,12 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Adapun rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) mencapai 3,41%. (*)


