Poin Penting
- BTN menggandeng Artajasa untuk memperkuat infrastruktur sistem pembayaran digital dan memperluas layanan keuangan dalam ekosistem digital.
- Transformasi digital BTN mendorong lonjakan transaksi QRIS hingga 163 persen (yoy) menjadi 118,09 juta transaksi per Juni 2026.
- Kerja sama mencakup pengembangan QRIS, layanan cross-border, cardless cash withdrawal, integrasi biller, hingga pemanfaatan AI dan pengelolaan data.
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menggandeng PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) untuk memperkuat infrastruktur sistem pembayaran digital.
Kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini menjadi bagian dari transformasi digital BTN sekaligus mendukung sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia.
Melalui kolaborasi tersebut, bank pelat merah ini menargetkan peningkatan efisiensi operasional serta pengembangan layanan keuangan digital yang lebih luas.
Senior Executive Vice President (SEVP) Digital Business BTN, Thomas Wahyudi mengungkapkan, transformasi perusahaan tak lagi hanya berfokus pada pembiayaan perumahan.
Menurutnya, BTN tengah membangun ekosistem hunian yang menghadirkan berbagai layanan keuangan dalam satu platform.
“Ke depan, nasabah tidak hanya memperoleh fasilitas KPR, tetapi juga berbagai layanan pendukung seperti asuransi, transaksi perbankan, serta berbagai solusi keuangan yang terintegrasi dalam satu ekosistem,” kata Thomas dalam keterangannya.
Baca juga: BTN Optimalkan Data BPS untuk Tingkatkan Akurasi Pembiayaan Perumahan
Ia menjelaskan, BTN ingin memenuhi berbagai kebutuhan finansial masyarakat setelah memiliki rumah, mulai dari transaksi perbankan, kebutuhan gaya hidup, hingga produk keuangan lainnya.
Menurut Thomas, strategi tersebut didukung oleh basis nasabah kredit pemilikan rumah (KPR) yang memiliki hubungan jangka panjang dengan perseroan. Kondisi itu menjadi peluang bagi BTN untuk memperluas layanan sekaligus meningkatkan loyalitas nasabah.
Volume Transaksi QRIS Tembus 118 Juta
Lebih lanjut, transformasi digital BTN juga tecermin dari pertumbuhan transaksi elektronik. Hingga Juni 2026, volume transaksi QRIS BTN mencapai 118,09 juta transaksi atau naik 163 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, nilai transaksi QRIS BTN juga tumbuh 170 persen secara tahunan menjadi Rp9,52 triliun. Jumlah Agen Laku Pandai BTN juga meningkat 24 persen menjadi 6.843 agen, dengan nilai transaksi finansial mencapai Rp176 miliar.
“Kami membutuhkan infrastruktur sistem pembayaran yang andal, tangguh, aman, dan memiliki kapasitas tinggi agar mampu mengimbangi pertumbuhan transaksi digital yang sangat pesat,” ujar Thomas.
Baca juga: BTN Bukukan Laba Rp1,85 Triliun di Mei 2026, Tumbuh 54,37 Persen
Direktur Utama Artajasa, Haryati Lawidjaja mengatakan, pihaknya berkomitmen mendukung transformasi digital BTN melalui penyediaan infrastruktur pembayaran yang cepat, efisien, dan andal.
Menurut Haryati, kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas layanan pembayaran sekaligus membuka peluang lahirnya berbagai inovasi layanan keuangan digital.
“Transformasi digital membutuhkan fondasi infrastruktur yang kuat, andal, dan tepercaya. Kami percaya kolaborasi ini tidak hanya memperluas konektivitas layanan pembayaran, tetapi juga membuka peluang lahirnya inovasi yang memberikan nilai tambah bagi nasabah,” kata Haryati.
Melalui kerja sama tersebut, BTN dan Artajasa akan mengembangkan sejumlah layanan, antara lain pengelolaan switching QRIS, integrasi layanan biller, penguatan platform transaksi Agen Laku Pandai, pengembangan layanan QR cross-border melalui skema Bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD), layanan cardless cash withdrawal, serta eksplorasi pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dan pengelolaan data. (*)
Editor: Yulian Saputra


