Poin Penting
- BTN dan Universitas Airlangga menjalin kemitraan strategis untuk memperkuat literasi keuangan, digitalisasi layanan kampus, dan pengembangan sumber daya manusia.
- BTN menyoroti tingginya tingkat stres finansial di kalangan Gen Z yang dipicu kenaikan biaya hidup dan perilaku konsumtif.
- Melalui edukasi keuangan dan layanan digital, BTN mendorong generasi muda membangun kebiasaan finansial yang sehat dan berkelanjutan.
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Airlangga (UNAIR), dalam memperkuat literasi keuangan, digitalisasi layanan kampus, serta pengembangan sumber daya manusia.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan di Surabaya, Kamis (12/6).
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa kolaborasi dengan UNAIR bukan sekadar hubungan perbankan konvensional, melainkan kemitraan jangka panjang yang berorientasi pada nilai tambah bagi seluruh civitas akademika.
“Indonesia memiliki lebih dari 2.800 perguruan tinggi yang menjadi pusat pengembangan talenta dan inovasi nasional. Dengan lebih dari 44.000 mahasiswa serta lebih dari 2.100 dosen dan tenaga pendidik, UNAIR adalah ekosistem besar yang memiliki multiplier effect signifikan bagi perekonomian dan pengembangan SDM nasional,” ujar Nixon.
Ia bilang, dalam kerangka kerja sama ini, BTN akan menghadirkan dukungan layanan perbankan yang menyeluruh bagi institusi, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.
Baca juga: BTN Soroti Risiko Imported Inflation di Balik Kenaikan BI Rate 5,50 Persen
Sebagai langkah nyata, BTN berencana membuka outlet di kawasan kampus UNAIR untuk memberikan kemudahan akses layanan keuangan, mulai dari transaksi, pendanaan, hingga solusi digital banking yang terintegrasi.
Lebih jauh lagi, kemitraan ini mencakup pengembangan ekosistem kampus yang modern dan inklusif. BTN dan UNAIR sepakat untuk memperluas kolaborasi ke berbagai lini strategis, meliputi pengembangan SDM, riset bersama, dukungan sarana pendidikan, hingga program pemberdayaan masyarakat yang berdampak luas.
BTN Soroti Tantangan Finansial Generasi Z
Dalam kesempatan yang sama, Nixon menyoroti tantangan besar bagi Gen Z, kelompok demografi terbesar di Indonesia (24,93 persen populasi), di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ia memaparkan, sekitar 64 persen Gen Z Indonesia saat ini mengalami stres finansial. Kondisi ini memicu fenomena doom spending—belanja impulsif karena pesimisme terhadap masa depan—yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup (53 persen), keinginan merasa lebih baik (35 persen), dan utang impulsif (32 persen).
Dalam paparannya, Nixon menekankan bahwa manajemen keuangan yang sehat menuntut perubahan pola pikir mendasar.
Baca juga: Dorong Kenyamanan Wisata Bali, BTN Ekspansif Dorong Bale untuk Permudah Transaksi
Menurutnya, alokasi untuk tabungan dan investasi harus diposisikan sebagai kewajiban yang disisihkan di awal, bukan sisa dari pengeluaran konsumtif.
Ia juga mengarahkan mahasiswa untuk menetapkan tujuan keuangan berdasarkan skala waktu (jangka pendek, menengah, dan panjang) serta pentingnya membangun dana darurat yang likuid dengan target ideal 3 hingga 12 kali pengeluaran bulanan.
Terkait penggunaan instrumen utang, Nixon mengingatkan peserta untuk selalu menerapkan prinsip kehati-hatian, memastikan pinjaman hanya digunakan untuk kegiatan produktif, serta tidak memaksakan kemampuan bayar.
“Gen Z sangat dipengaruhi influencer finansial, padahal hanya 28 persen yang rutin memverifikasi nasihat tersebut. Saya mengajak Gen Z menerapkan Soft Saving, yaitu tetap menabung namun tetap menyisihkan uang untuk kebahagiaan dan kesehatan mental,” jelas Nixon.
Sebagai solusi nyata atas kebutuhan digital generasi ini, BTN telah menghadirkan SuperApp Bale by BTN. Hingga Mei 2026, aplikasi ini telah memiliki 4,22 juta user dengan 51,5 juta transaksi senilai Rp55,45 triliun.
Nasabah Bale by BTN sendiri didominasi oleh Milenial (42,4 persen) dan Gen Z (37,7 persen), dengan fitur QRIS Payment sebagai transaksi yang paling sering digunakan. Selain itu, BTN juga terus memperluas Digital Store di area high-traffic untuk memberikan digital experience yang efisien bagi generasi muda.
“Melalui literasi keuangan yang baik dan dukungan layanan digital yang inklusif, kita ingin menyiapkan generasi muda yang tidak hanya melek finansial, tetapi juga memiliki daya saing global,” tegas Nixon. (*)
Editor: Yulian Saputra


