Poin Penting
- BSI menyalurkan KUR Rp2,61 triliun hingga kuartal I 2026 dengan total outstanding Rp25,7 triliun yang telah diterima lebih dari 17 ribu pelaku UMKM
- Selain KUR, BSI menyalurkan FLPP Rp145 miliar untuk hampir 900 unit rumah subsidi serta mendukung program MBG senilai Rp198 miliar kepada 211 dapur MBG
- Pada kuartal I 2026, BSI membukukan laba bersih Rp2,2 triliun atau tumbuh 17,1 persen yoy, ditopang pertumbuhan pembiayaan 14,39 persen menjadi Rp329 triliun.
Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) atau BSI menyampaikan hingga kuartal I 2026 telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp2,61 triliun, dengan total outstanding kurang lebih Rp25,7 triliun.
Direktur Risk Management BSI, Grandhis H. Harumansyah, menjelaskan KUR dari BSI tersebut telah diterima oleh lebih dari 17 ribu penerima manfaat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Kalau kita program KUR tadi kami sampaikan total outstanding-nya sampai dengan hari ini kami memiliki outstanding kurang lebih sekitar Rp25,7 triliun, di mana khusus di kuartal I 2026 penyalurannya sebesar Rp2,61 triliun,” ucap Grandhis dalam Konferensi Pers dikutip, 13 Mei 2026.
Baca juga: BSI Makin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri
Sementara itu, BSI juga mendorong program pemerintah salah satunya melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau rumah bersubsidi. Di mana total penyaluran FLPP sejak awal 2026 hingga saat ini kurang lebih sekitar Rp145 miliar, dengan jumlah penerima manfaat hampir 900 unit rumah.
“Outstanding FLPP hari ini kita duduk di sekitar Rp5,7 triliun. Dengan KPP atau Pembiayaan Program Perumahan (rumah bersubsidi) kurang lebih sekitar Rp360 miliar dan diterima oleh 1.131 nasabah,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, BSI turut berkontribusi aktif terhadap Astacita Pemerintah dan juga mendukung program perekonomian Pemerintah melalui support terhadap Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp198 miliar kepada 211 dapur MBG.
Lalu, BSI juga mendukung penyaluran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan penyaluran KUR yang masing-masing menjangkau lebih dari 80 ribu Koperasi dan 17.732 nasabah penerima KUR.
Adapun, BSI mencatatkan kinerja yang sehat dengan pertumbuhan yang berkelanjutan, terlihat dari kuartal I 2026 Perseroan membukukan laba bersih Rp2,2 triliun atau tumbuh 17,1 persen year-on-year (yoy).
Kinerja tersebut adalah hasil dari implementasi strategi penurunan biaya dana, penjagaan kualitas pembiayaan, serta pertumbuhan pendapatan berbasis fee terutama dari bisnis emas.
Dari sisi pembiayaan, BSI berhasil menumbuhkan dobel digit atau 14,39 persen yoy mencapai Rp329 triliun dengan fokus pembiayaan konsumer.
Baca juga: Tabungan Haji jadi Penopang Pertumbuhan DPK BSI pada Kuartal I 2026
Meski tumbuh signifikan, secara kualitas pembiayaan yang disalurkan cukup sehat dengan indikasi Non-Performing Financing (NPF) gross 1,8 persen membaik dari 1,88 persen periode sebelumnya, dengan NPF Nett di sekitar 0,38 persen.
Di mana, mayoritas pembiayaan sebanyak 72,37 persen didistribusikan pada segmen konsumer dan ritel dan sisanya sekitar 27,63 persen ke segmen wholesale. (*)
Editor: Galih Pratama


