Poin Penting
- BRI Jazz Gunung Bromo 2026 menargetkan perputaran ekonomi di atas Rp60 miliar.
- Sekitar 85 persen tenaga kerja festival berasal dari Kabupaten Probolinggo dan kebutuhan operasional melibatkan usaha lokal.
- Festival tahun lalu menarik hampir 5.000 penonton dan berdampak pada sektor pariwisata di kawasan Bromo.
Jakarta – BRI Jazz Gunung Bromo 2026 membidik perputaran ekonomi di atas Rp60 miliar. Target tersebut mengacu pada dampak ekonomi yang dihasilkan penyelenggaraan event serupa tahun sebelumnya.
CEO Jazz Gunung Indonesia Bagas Indyatmono membeberkan, berdasarkan studi yang dilakukan Kementerian Pariwisata, penyelenggaraan BRI Jazz Gunung Bromo 2025 menghasilkan “tetesan ekonomi” sebesar Rp60 miliar selama sepekan pelaksanaan.
“Pengennya sih bisa di atas itu ya, tapi pasti kurang lebih lah dengan itu,” ujar Bagas, kepada Infobanknews, Jumat, 24 Juli 2026.
Baca juga: BRI Jazz Gunung Bromo Pertahankan Identitas, Minimal 50 Persen Line Up Wajib Jazz
Bagas menjelaskan, dampak ekonomi tersebut berasal dari berbagai sektor yang melibatkan masyarakat sekitar, mulai dari penginapan, hotel, transportasi, hingga jasa katering. Sebisa mungkin, seluruh kebutuhan tersebut dipenuhi oleh pelaku usaha lokal.
Selain itu, sekitar 85 persen tenaga kerja yang terlibat dalam penyelenggaraan BRI Jazz Gunung Bromo 2026 berasal dari Kabupaten Probolinggo.
“Homestay, hotel, transportasi, katering, itu semua kita ambil dari masyarakat di sekitar sini. Kemudian sumber daya manusianya juga, bisa dibilang 85 persen teman-teman yang bekerja di Jazz Gunung itu dari Probolinggo,” katanya.
Pariwisata Bromo Ikut Terdongkrak
Bagas menambahkan, dampak ekonomi juga dirasakan sektor pariwisata secara lebih luas.
Pengunjung yang datang untuk menikmati festival umumnya juga berwisata ke kawasan Gunung Bromo. Kondisi tersebut turut meningkatkan penerimaan dari tiket masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru serta berbagai aktivitas wisata lainnya.
“Orang kan juga berwisata ke Bromonya, mulai dari tiket taman nasional dan lain sebagainya. Jadi memang cukup besar dampak dari penyelenggaraan Jazz Gunung ini,” ujarnya.
Baca juga: Guncang Banyumas! Amelia Ong hingga Mocca Sukses Meriahkan BRI Jazz Gunung Slamet 2026
Targetkan 5.000 Penonton
Terkait jumlah pengunjung, Bagas menyebut penyelenggaraan tahun lalu mampu berhasil menarik hampir 5.000 penonton dan seluruh tiket terjual habis.
“Tahun lalu hampir 5 ribuan,” jelasnya.
Sementara itu, penjualan tiket untuk penyelenggaraan tahun ini masih berlangsung.
“Belum, masih terus bergerak,” ujar Bagas.
Baca juga: Tiket VIP Habis Terjual, BRI Jazz Gunung Slamet Siap Guncang Wanawisata Baturraden
Ia menjelaskan, kapasitas festival mencapai sekitar 2.500 penonton per hari atau sekitar 5.000 penonton untuk dua hari penyelenggaraan.
Selain pertunjukan musik, penyelenggara juga menghadirkan sejumlah acara tambahan, seperti pameran seni, yang diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung. (*)
Editor: Yulian Saputra


