Poin Penting
- BRI mencatat laba bersih bank only Rp20,42 triliun hingga Mei 2026, naik 9,52 persen secara tahunan.
- Penyaluran kredit tumbuh 12,23 persen menjadi Rp1.417,19 triliun, melampaui target pertumbuhan tahunan perseroan.
- DPK meningkat 8,6 persen menjadi Rp1.546,44 triliun, sementara total aset naik 9,49 persen menjadi Rp2.073,13 triliun.
Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) membukukan laba bersih tahun berjalan secara bank only pada Mei 2026 sebesar Rp20,42 triliun. Angka ini meningkat sebesar 9,52 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, penyaluran kredit BRI masih tumbuh dua digit. Hingga Mei 2026, kredit yang disalurkan mencapai Rp1.417,19 triliun atau naik 12,23 persen secara tahunan dari Rp1.262,71 triliun.
Pertumbuhan tersebut melampaui target tahunan perseroan yang dipatok pada kisaran 7–9 persen sepanjang 2026.
Baca juga: BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Optimalkan Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi Nasional
Sepanjang lima bulan pertama 2026, pendapatan bunga BRI terkontraksi tipis 0,07 persen secara tahunan menjadi Rp66,76 triliun, dari Rp66,81 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, beban bunga turun 14,38 persen menjadi Rp18,26 triliun dari Rp21,32 triliun. Kondisi tersebut mendorong pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) meningkat 6,64 persen menjadi Rp48,50 triliun, dibandingkan Rp45,48 triliun pada Mei 2025
DPK Tembus Rp1.546 Triliun, Aset Naik Hampir 10 Persen
Dari sisi penghimpunan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI mencapai Rp1.546,44 triliun hingga Mei 2026 atau tumbuh 8,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Komposisi DPK tersebut terdiri atas giro sebesar Rp484,90 triliun, tabungan Rp607,37 triliun, dan deposito Rp454,16 triliun.
Baca juga: Bos BRI Ungkap Dampak Kenaikan BI Rate ke Industri Perbankan
Sejalan dengan pertumbuhan bisnis, total aset BRI meningkat 9,49 persen secara tahunan menjadi Rp2.073,13 triliun per Mei 2026, dari Rp1.893,38 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


