Poin Penting
- Harga emas perhiasan deflasi 2,67 persen pada Mei 2026, menandai penurunan harga selama tiga bulan berturut-turut sejak Maret.
- Meski turun secara bulanan, harga emas masih naik 58,61 persen secara tahunan, sehingga tetap menjadi pendorong inflasi kelompok perawatan pribadi.
- Australia menjadi pemasok emas terbesar Indonesia, dengan kontribusi lebih dari 52 persen dari total impor emas RI pada April 2026.
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komoditas emas perhiasan mengalami deflasi secara bulanan pada Mei 2026. Penurunan harga tersebut memperpanjang tren deflasi yang telah berlangsung selama tiga bulan berturut-turut sejam Maret 2026.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini menyebutkan emas perhiasan mengalami deflasi sebesar 2,67 persen dengan andil deflasi sebesar 0,06 persen.
“Pada Mei 2026, emas perhiasan mengalami deflasi sebesar 2,67 persen dengan andil deflasi 0,06 persen. Komoditas ini telah mengalami deflasi selama tiga bulan berturut-turut sejak Maret hingga Mei 2026,” ujar Pudji dalam Rilis BPS, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurut Pudji, tren penurunan harga emas terjadi meskipun level harga masih lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini sejalan dengan perkembangan harga emas di pasar domestik yang telah mengalami koreksi sejak Maret.
Pada Maret 2026, emas perhiasan tercatat mengalami deflasi 1,17 persen, sementara pada April 2026 deflasinya mencapai 3,76 persen.
Harga Emas Masih Melonjak Secara Tahunan
Meski demikian, harga komoditas logam mulia melonjak 58,61 persen secara tahunan, namun harga logam mulia pada April 2026 turun 2,71 persen dibandingkan dengan Maret 2026.
Pudji menyatakan penurunan harga emas tersebut ikut mempengaruhi inflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Kelompok ini memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,70 persen terutama pada komoditas emas perhiasan secara tahunan.
Baca juga: Update Harga Emas Hari Ini (2/6): Antam Stagnan, Galeri24 dan UBS Turun
BPS juga mencatat impor emas Indonesia pada April 2026 mencapai 2,50 ton dengan nilai sebesar USD377,2 juta.
Australia Jadi Pemasok Emas Terbesar RI
Australia menjadi negara pemasok terbesar dengan volume impor 1,3 ton senilai USD199,2 juta atau setara 52,81 persen dari total impor emas. Posisi berikutnya ditempati Hong Kong dengan 533 kilogram senilai USD81,7 juta dan Uni Emirat Arab sebanyak 240 kilogram senilai USD36,4 juta.
Sementara itu, BPS melaporkan inflasi Indonesia pada Mei 2026 sebesar 0,28 persen secara bulanan (month-to-month/mtm), dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik menjadi 111,40 dari 111,09 pada April 2026. Secara tahunan, inflasi tercatat sebesar 3,08 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) mencapai 1,35 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra


