News Update

BPKH Pastikan Dana Haji Aman, Likuid, dan Sesuai Prinsip Syariah

Jakarta – Di tengah tuntutan pengelolaan dana jemaah yang kian kompleks, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menegaskan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara likuiditas, keamanan, dan produktivitas dana haji. Hal ini disampaikan Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, menyikapi laporan keuangan dan kinerja investasi lembaga tersebut sepanjang 2024.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi 2024 (unaudited), nilai manfaat dari investasi dan penempatan dana haji tercapai 101,02 persen dari target. Dari target Rp11,515 triliun, realisasi mencapai Rp11,633 triliun melebihi target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) yang merupakan gabungan hasil pengelolaan investasi sebesar Rp9,29 triliun dan penempatan di bank Rp2,34 triliun.

Hal ini penting mengingat sebagian dana harus selalu disimpan dalam bentuk penempatan bank yang likuid untuk menjaga likuiditas minimum sebesar dua kali Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), sebagaimana diamanatkan oleh UU. Oleh karena itu, tidak seluruh dana dikelola dalam instrumen investasi.

Baca juga: Mudahkan Generasi Muda Pahami Haji, Anak Usaha Emiten WIRG Kembangkan Proyek Ini

“Strategi investasi BPKH tidak hanya mengejar imbal hasil, tetapi juga memperhatikan likuiditas dan keamanan dana. Dana jemaah harus siap kapan saja dibutuhkan. Karena itu kami tetap simpan sebagian di deposito dan instrumen jangka pendek yang aman, minimal dua kali Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji, sekitar Rp40,7 triliun,” jelasnya, seperti dikutip, Kamis, 30 April 2025.

Meski sebagian dana tetap disimpan dalam bentuk deposito atau instrumen likuid jangka pendek, BPKH terus mengoptimalkan alokasi dana ke investasi yang lebih produktif. Proporsi penempatan di bank syariah misalnya, terus ditekan dari 24,97 persen pada 2023 menjadi 23,75 persen pada 2024. Langkah ini diambil agar lebih banyak dana bisa tumbuh melalui instrumen investasi syariah lainnya.

Selain itu, terdapat efisiensi anggaran operasional yang sisa anggarannya akan kembali ke Kas Haji dan menjadi dana kelolaan yang produktif. Ini menjadi bagian dari strategi menjaga keberlanjutan nilai manfaat bagi calon jemaah di masa mendatang.

Baca juga: Lampaui Target, Nilai Manfaat Dana Haji BPKH di 2024 Tembus Rp11,63 Triliun

“Kami ini mengelola dana umat, tentu prinsip syariah dan kehati-hatian jadi prioritas utama. Di atas semua, kami jaga amanah jemaah agar bisa berangkat haji dengan tenang,” kata Fadlul.

Dalam upaya menjaga akuntabilitas, laporan keuangan BPKH saat ini tengah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Selama enam tahun terakhir, BPKH selalu meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), mencerminkan tata kelola yang konsisten dan transparan.

Selain itu, Fadlul juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik. “Keberangkatan haji jemaah bukan hanya soal kuota dan kesiapan teknis, tapi juga kepastian bahwa dana mereka dikelola secara aman dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (*) Ayu Utami

Galih Pratama

Recent Posts

Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak 33 Kali Lipat di 2025

Poin Penting Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat pada 2025, mencapai… Read More

38 mins ago

IHSG Ditutup Naik Hampir 1 Persen ke Posisi 9.032

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,94 persen ke level 9.032,58 dan sempat menyentuh All Time… Read More

53 mins ago

Purbaya Bakal Sikat 40 Perusahaan Baja China-Indonesia yang Diduga Mengemplang Pajak

Poin Penting Menkeu Purbaya temukan 40 perusahaan baja asal China dan Indonesia yang diduga mengemplang… Read More

2 hours ago

Permata Bank Bidik Pertumbuhan Kartu Kredit 20 Persen dari Travel Fair 2026

Poin Penting Permata Bank menargetkan pertumbuhan transaksi kartu kredit 20% lewat Travel Fair 2026 bersama… Read More

2 hours ago

Permata Bank Pede Kredit Konsumer Tumbuh 10 Persen di 2026

Poin Penting Permata Bank optimistis kredit konsumer tumbuh sekitar 10 persen pada 2026, dengan prospek… Read More

2 hours ago

OTT Pegawai Pajak oleh KPK Dinilai Jadi Titik Balik Perkuat Kepercayaan Publik

Poin Penting OTT pegawai pajak dinilai momentum bersih-bersih institusi, bukan cerminan keseluruhan DJP. DPR menegaskan… Read More

3 hours ago