Poin penting:
- BPKH dan Bank Muamalat memperluas layanan digital haji dan umrah.
- Integrasi rekening setoran dan pelunasan haji diperkuat melalui BPKH Apps.
- Kolaborasi diarahkan mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif.
Jakarta – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Bank Muamalat memperkuat sinergi strategis untuk mengembangkan ekosistem haji nasional yang lebih terintegrasi.
Kolaborasi ini diarahkan memperluas layanan digital, meningkatkan pendaftar baru, dan mengoptimalkan pengelolaan dana haji.
Penguatan kerja sama juga ditujukan memperkuat bisnis perbankan syariah nasional. Langkah ini diharapkan memberi manfaat langsung bagi calon jemaah dan industri keuangan syariah.
Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander menilai kolaborasi ini sebagai langkah strategis. Fokusnya menghadirkan layanan haji yang lebih mudah, cepat, dan berkualitas.
Baca juga: Siap-Siap! BPJS Kesehatan Diusulkan Jadi Syarat Urus Paspor-Haji
Bank Muamalat Jadi Mitra Strategis Penguatan Layanan Haji
Harry menegaskan sinergi BPKH dan Bank Muamalat bukan sekadar hubungan kelembagaan. Kerja sama ini ditujukan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan penguatan bisnis syariah.
“Sinergi antara BPKH dan Bank Muamalat bukan sekadar hubungan kelembagaan, tetapi merupakan kemitraan strategis untuk menghadirkan layanan haji yang semakin mudah, cepat, dan berkualitas. Kami ingin kolaborasi ini memberikan manfaat nyata, baik bagi jemaah maupun bagi penguatan bisnis Bank Muamalat,” kata Harry, dikutip Antara, Jumat (7/8).
BPKH terus mengembangkan sejumlah inisiatif bersama Bank Muamalat. Salah satunya optimalisasi BPKH Apps untuk integrasi pembukaan rekening setoran dan rekening pelunasan haji.
Langkah lain mencakup penguatan akuisisi calon jemaah dan peningkatan aktivitas cross selling. Pengelolaan likuiditas dana haji juga dioptimalkan melalui integrasi layanan pembayaran digital.
Digitalisasi dan Inovasi Perkuat Ekosistem Bank Muamalat
Inisiatif tersebut diharapkan menciptakan pertumbuhan bisnis berkelanjutan bagi Bank Muamalat. Pada saat yang sama, kualitas layanan kepada calon jemaah ditingkatkan.
Penguatan kolaborasi ditandai melalui Synergy Roadshow 2026 di Makassar. Kegiatan ini dihadiri pimpinan kedua institusi sebagai bagian pengembangan ekosistem haji dan umrah.
Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono menyebut roadshow menjadi momentum penting. Kolaborasi ini diperlukan untuk menghadapi tantangan bisnis dan menangkap peluang besar ekosistem haji.
“Sinergi BPKH dan Bank Muamalat merupakan upaya bersama untuk menghadirkan layanan, produk, dan nilai tambah yang semakin baik bagi masyarakat,” kata Imam.
Menurut Imam, ekosistem haji dan umrah memiliki multiplier effect bagi berbagai sektor ekonomi dan sosial. Karena itu, kerja sama diarahkan memperkuat layanan sekaligus memberi kebermanfaatan berkelanjutan.
Baca juga: BPKH Soroti Keberlanjutan Dana Haji dalam Usulan Skema BPIH 40:60
Ekosistem Haji Nasional Didorong Lebih Inklusif
Bank Muamalat menjalankan strategi pertumbuhan melalui penguatan segmen ritel dan digitalisasi layanan. Pengembangan produk berbasis kebutuhan masyarakat juga terus dilakukan, termasuk layanan haji dan umrah.
Berbagai inovasi telah disiapkan, seperti fitur Bank Haji pada aplikasi Muamalat DIN. Kemudahan pendaftaran, pelunasan haji, dan pemanfaatan Kartu Haji Indonesia juga terus diperluas.
BPKH dan Bank Muamalat juga mengembangkan edukasi masyarakat dan optimalisasi proses layanan haji. Penguatan layanan kustodian serta inovasi tata kelola menjadi bagian dari agenda bersama.
Sinergi ini diharapkan menghadirkan pengalaman layanan haji yang lebih mudah, aman, dan terintegrasi. Kerja sama BPKH dan Bank Muamalat juga menjadi bagian penting penguatan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan bagi umat. (*)
Editor: Yulian Saputra


