Poin Penting
- Boy Thohir optimistis IHSG mampu kembali menembus level 9.000 pada akhir 2026 meski masih terkoreksi lebih dari 31 persen sejak awal tahun.
- Fundamental emiten dinilai tetap kuat, sehingga peluang pemulihan pasar saham Indonesia masih terbuka.
- Boy berharap dukungan pemerintah terhadap perusahaan terbuka terus diperkuat untuk meningkatkan kepercayaan investor.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga pukul 15:35 WIB, Jumat (10/7), kembali berbalik melemah ke posisi 5.902 dari dibuka menguat di level 5.936,03. Sejak awal 2026 IHSG juga masih terpantau koreksi sebanyak 31,73 persen secara year-to-date (ytd).
Meski begitu, konglomerat Garibaldi Thohir atau Boy Thohir masih pede IHSG mampu menembus level 9.000 pada akhir 2026. Ia menyebut, hal itu ditopang oleh fundamental emiten yang masih kuat dan prospek pasar modal Indonesia yang tetap menarik.
“Saya rasa saya sangat optimis (IHSG 9.000). Karena kalau kita lihat track record belakang, kan pernah tuh saham berapa terus naik berapa kali lipat gitu. Tentunya ya butuh waktu, tapi saya yakin insyaallah kesempatannya ada,” kata Boy kepada media di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026.
Baca juga: IHSG Sesi I Naik Tipis ke 5.918, Mayoritas Sektor Berada di Zona Hijau
Menurutnya, prospek pasar modal Indonesia saat ini masih lebih baik jka dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara lainnya, sehingga peluang IHSG untuk terus bergerak positif masih terbuka lebar.
“Karena, menurut saya, untuk Indonesia di-compare dengan negara-negara Asia Tenggara, kita masih bagus,” imbuhnya.
Di samping itu, Boy menyoroti kondisi fundamental perusahaan-perusahaan tercatat yang masih solid, termasuk perusahaan atau grup miliknya, yakni Grup Adaro.
“Basic-nya kan sebetulnya kalau melihat perusahaan publik itu kan fundamentalnya bagaimana, ya kan? Jadi saya lihat overall, at least di grup saya (Grup Adaro) fundamentalnya bagus semua. Jadi, nggak ada yang menurut saya mengkhawatirkan,” ujar Boy.
Baca juga: Transaksi IHSG Lesu di Tengah Ramainya IPO, Ini Penjelasan Sucor Sekuritas
Di tengah masih cukup solidnya fundamental, hal lain yang dibutuhkan saat ini adalah memperkuat kepercayaan investor terhadap kualitas emiten di pasar modal Indonesia.
Oleh karena itu, ia berharap dukungan pemerintah terhadap perusahaan terbuka terus diperkuat agar kepercayaan investor semakin meningkat.
“Tentunya kita berharap juga support dan dukungan dari pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan publik,” tutupnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


