Poin Penting
- Tugu Insurance menilai gangguan di Selat Hormuz berpotensi meningkatkan risiko asuransi sektor energi.
- Lonjakan harga energi mendorong produsen meningkatkan produksi sehingga eksposur risiko ikut naik.
- Dampak tersebut dinilai belum memengaruhi proyek Blok Masela yang masih dalam tahap pengembangan.
Jakarta – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) atau Tugu Insurance menilai potensi gangguan terhadap jalur pelayaran strategis Selat Hormuz akibat konflik di Timur Tengah dapat meningkatkan risiko pada bisnis asuransi energi.
Presiden Direktur Tugu Insurance, Adi Pramana, mengatakan terganggunya distribusi energi melalui Selat Hormuz berpotensi meningkatkan risiko pada sektor hulu migas yang menjadi objek perlindungan asuransi.
Menurutnya, kenaikan harga energi akibat terganggunya pasokan global akan mendorong produsen meningkatkan produksi secara maksimal. Kondisi tersebut pada akhirnya turut meningkatkan eksposur risiko yang harus ditanggung perusahaan asuransi.
“Kalau harga lagi tinggi artinya semua orang produser-produser akan berusaha berproduksi memanfaatkan semaksimal mungkin. Jadi ke asuransi energinya mungkin kita akan ada risiko yang bertambah untuk yang dihulunya,” kata Adi dalam Media Meet Up di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.
Baca juga: Tugu Insurance (TUGU) Dapat Proyek Jumbo, Siap Cover Blok Masela
Adi menjelaskan, sekitar 20 persen pasokan energi dunia menuju kawasan Asia melewati Selat Hormuz. Karena itu, gangguan pada jalur tersebut dapat memengaruhi keseimbangan pasokan dan permintaan energi global.
Belum Berdampak pada Proyek Blok Masela
Meski demikian, Adi menilai peningkatan risiko tersebut belum akan berdampak langsung terhadap proyek-proyek yang masih berada dalam tahap pengembangan, termasuk Proyek Blok Masela yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2029.
“Kita bicara Masela ini tahun 2029. Nah itu mungkin dampaknya belum karena materialnya, apa segala macam proyeknya itu masih bertahap dan dikerjakannya lama, jadi gak akan secara langsung ada dampaknya terhadap asuransi energinya,” imbuhnya.
Baca juga: Tugu Insurance Gelar Literasi Keuangan dan Asuransi
Asuransi Energi Jadi Kontributor Utama Premi
Adi mengungkapkan, lini bisnis asuransi energi saat ini menyumbang sekitar 30 persen dari total pendapatan premi Tugu Insurance, menjadikannya salah satu kontributor terbesar bagi perseroan.
Keunggulan Tugu Insurance di segmen ini didukung oleh pengalaman panjang di sektor energi dan migas, pemahaman terhadap karakteristik risiko industri energi nasional, serta dukungan jaringan reasuransi internasional yang memungkinkan perseroan mengelola risiko dengan nilai pertanggungan besar.
Dengan kapabilitas tersebut, Tugu Insurance tidak hanya berperan sebagai penyedia perlindungan asuransi, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam mendukung keberlanjutan industri migas dan ketahanan energi nasional. (*)
Editor: Yulian Saputra


