Poin Penting
- Superbank fokus pada literasi dan inklusi keuangan untuk menjangkau nasabah berpenghasilan rendah
- Akses diperkuat lewat aplikasi sederhana dan integrasi ekosistem Grab–OVO
- Kinerja tumbuh pesat, ditopang lonjakan nasabah dan peningkatan laba serta aset di kuartal I-2026.
Jakarta – PT Super Bank Indonesia Tbk (Superbank) terus memperkuat strategi penetrasi ke segmen masyarakat berpenghasilan rendah melalui penguatan literasi dan inklusi keuangan.
Direktur Utama Superbank, Tigor M. Siahaan, menegaskan bahwa edukasi keuangan menjadi fondasi utama dalam menjangkau segmen tersebut.
“Memang, literasi keuangan belum maksimal. Dan karena itu, pendidikan literasi keuangan, bukan hanya inklusi keuangan, tetapi literasi keuangan, agar mereka dapat membentuk kesehatan keuangan yang mumpuni,” terang Tigor kepada Infobanknews di sela-sela acara The 2026 Asia Grassroots Forum Hosted by Amartha, Kamis, 4 Juni 2026.
Baca juga: RUPST Perdana, Superbank Putuskan Belum Bagikan Dividen Tahun Buku 2025
Ia menjelaskan, tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan akses teknologi di sebagian masyarakat, termasuk kepemilikan gawai yang belum memadai untuk mengakses layanan perbankan digital. Hal ini membuat aktivitas dasar seperti pembukaan rekening hingga transfer dana masih menjadi hambatan.
Karena itu, Superbank memperkuat pendekatan edukasi agar masyarakat memahami produk dan manfaat layanan keuangan digital.
“Misalnya, kami terus menyampaikan pendidikan tentang (produk) celengan misalnya. Itulah kenapa kami memberikan insentif tabungan 10 persen. Kenapa? Untuk membantu mereka, agar mereka bisa menabung itu bisa memberikan insentif sebesar 10 persen,” jelas Tigor.
Di sisi lain, Superbank juga mengoptimalkan kemudahan akses melalui desain aplikasi yang lebih sederhana serta integrasi dengan ekosistem EMTEK Group, termasuk Grab dan OVO.
“Jadi kami mengaksesnya melalui dorongan ekosistem kami, yaitu dengan Grab dan Emtek, sehingga akses ke orang-orang ini dapat lebih mudah. Karena mereka adalah bagian dari ekosistem, baik itu pedagang, pengemudi, pelanggan, dari OVO, GrabMart,” bebernya.
Strategi tersebut disebut turut mendorong pertumbuhan jumlah nasabah yang kini mencapai sekitar 7 juta pengguna, meski Superbank baru melakukan rebranding sebagai bank digital pada 2023.
Baca juga: Grab Borong Saham Superbank Rp285,5 Miliar, Kepemilikan Jadi 15,04 Persen
Kinerja Superbank
Mengacu pada laporan keuangan kuartal I-2026, Superbank mencatatkan pertumbuhan signifikan di seluruh lini bisnis. Penyaluran kredit melesat 50,34 persen year on year (yoy) menjadi Rp11,43 triliun.
Dana pihak ketiga (DPK) juga melonjak 103,89 persen (yoy) menjadi Rp14,44 triliun dari sebelumnya Rp7,08 triliun. Sementara itu, total aset naik 70,54 persen (yoy) menjadi Rp23,95 triliun.
Sejalan dengan itu, laba bersih Superbank melesat 31.051,39 persen (yoy) dari Rp251 juta pada Maret 2025 menjadi Rp78,19 miliar pada Maret 2026. (*) Mohammad Adrianto Sukarso


