Bos BTN Laporkan Penurunan NPL Konstruksi di Bawah 10 Persen

Bos BTN Laporkan Penurunan NPL Konstruksi di Bawah 10 Persen

Poin Penting

  • NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target turun hingga 3%.
  • Kredit baru lebih sehat, karena penyaluran kini dilakukan sangat selektif untuk menjaga kualitas aset.
  • Kredit lama masih jadi tatangan, diselesaikan melalui restrukturisasi, lelang aset, hingga mencari investor baru.

Bandung – Tren kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) di segmen konstruksi milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menunjukkan perbaikan, meski masih dibayangi kredit bermasalah dari portofolio lama (legacy).

Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu, mengatakan tren kualitas kredit konstruksi terus membaik, terutama pada penyaluran kredit baru yang kini jauh lebih selektif.

“Tren kualitas kredit konstruksi sebenarnya sudah turun NPL-nya. Kalau yang baru jumlah angkanya sudah kecil,” kata Nixon dalam acara bertajuk Intimate Sessopn with Media Partners, di Bandung, Jawa Barat, Kamis, 9 April 2026.

Baca juga: BTN Ungkap Penyebab NPL Konstruksi Tinggi, Fokus Bereskan Kredit Legacy

Nixon menjelaskan, rasio NPL dari kredit konstruksi legacy yang sebelumnya sempat mencapai sekitar 26 persen kini bisa ditekan menjadi di bawah 10 persen atau single digit. Ke depan, BTN menargetkan rasio tersebut dapat terus turun hingga kisaran 3 persen.

“Dulu angkanya sudah mencapai 26 persen, tapi sekarang sudah di bawah 10 persen dan single digit. Dan kami mau dorong sampai ke angka 3 persen,” bebernya.

Ia menambahkan, untuk menekan kredit bermasalah, BTN menempuh berbagai strategi, mulai dari restrukturisasi hingga mencari investor baru bagi proyek yang masih memiliki prospek.

Selain itu, perseroan juga melakukan lelang aset, dan dalam beberapa kasus, hapus buku untuk kredit yang tidak dapat diselamatkan.

“Yang perusahaan yang masih bisa kita selesaikan, kita carikan jodohnya supaya ada investor baru, ada lelang dan sebagainya. Memang, makin ke sini, makin tinggal yang susah-susahnya gitu,” akunya.

Baca juga: BTN Kuasai 72 Persen Pangsa Pasar KPR Subsidi, Penyaluran Tembus Rp3,65 T

Kendala dan Strategi Penanganan

Menurut Nixon, sejumlah kendala yang dihadapi dalam penyelesaian kredit konstruksi legacy antara lain masalah legalitas lahan, sertifikasi, hingga kondisi proyek yang terdampak faktor eksternal seperti banjir.

Meski demikian, BTN memastikan penyaluran kredit konstruksi saat ini dilakukan dengan sangat selektif untuk menjaga kualitas aset. Dengan strategi tersebut, tren NPL konstruksi diharapkan terus menurun seiring membaiknya portofolio kredit perseroan.

“Kita sudah very selektif banget hari ini. Sudah single digit tren NPL Konstruksi,” pungkasnya. 

Sebagai catatan, per September 2025 NPL kredit konstruksi BTN tercatat sebesar 15,6 persen, turun dari 18,2 persen pada September 2024. (*)

Editor: Yulian Saputra

Related Posts

News Update

Netizen +62