Poin Penting
- Dirut BTN Nixon Napitupulu menegaskan pertemuan dengan Sekretariat Kabinet tidak terkait RUPS, melainkan undangan yang sudah dijadwalkan sebelumnya
- Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden terkait penataan permukiman tidak layak di sekitar rel kereta
- BTN akan bekerja sama dengan PT KAI mengembangkan hunian berbasis TOD di Manggarai, tahap awal mencakup 8 tower dan 5.000 unit.
Jakarta — Direktur Utama Bank Tabungan Negara, Nixon LP Napitupulu, membenarkan dirinya bersama jajaran manajemen sempat memenuhi undangan dari Sekretariat Kabinet (Seskab), pada Rabu (22/4). Namun, dirinya menegaskan bahwa pertemuan dengan Seskab Teddy Indra Wijaya tersebut tidak berkaitan dengan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perseroan.
“Jadi bener, itu bukan AI. Saya dan Pak Bobby ke ruangannya Pak Setkab. Undangan itu sudah disampaikan sejak sepekan lalu. Cuma tidak apa hubungannya sama RUPS. Pak Setkab juga nggak tahu kalau di BTN hari ini RUPS, ujar Nixon, di Jakarta, Kamis (23/4).
Nixon menjelaskan, pertemuan dengan Sekretariat Kabinet tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Republik Indonesia ke kawasan Senen beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan itu, pemerintah menyoroti kondisi permukiman di bantaran rel kereta yang dinilai tidak layak huni.
Pemerintah, kata Nixon, mendorong penyediaan hunian yang lebih layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya di kawasan-kawasan padat di sekitar jalur transportasi publik.
Baca juga: BTN Absen Bagi Dividen Tahun Buku 2025, Ini Alasannya
“Ada keinginan Pak Presiden adalah penyediaan bagi hunian yang lebih layak. Nah akhirnya pemerintah memutuskan itu yang di area-area kereta api seperti di Senen nanti akan dibangun hunian sementara, dikerjakan oleh kereta api gitu ya,” bebernya.
Ia bilang, sebagai bagian dari rencana tersebut, BTN akan menandatangani nota kesepahaman dengan PT Kereta Api Indonesia untuk proyek hunian berbasis kawasan transit atau Transit Oriented Development (TOD) di Manggarai, Jakarta.
Dalam proyek ini, PT KAI melalui anak usahanya akan bertindak sebagai pengembang, sementara BTN menyediakan pembiayaan. Tahap awal mencakup pembangunan delapan menara apartemen dengan total sekitar 5.000 unit.
“Jadi kita upayakan di atas 40 meter persegi satuannya. Jadi ini lebih layak buat rakyat dengan harga yang jauh lebih murah,” bebernya.
Baca juga: BTN Perkuat Bisnis Beyond Mortgage, Transaksi Bale by BTN Tembus Rp103 Triliun
Ia menyebut lokasi Manggarai menjadi daya tarik utama karena terintegrasi dengan berbagai moda transportasi, mulai dari KRL, LRT, hingga kereta jarak jauh. Konsep serupa juga akan dikembangkan di kawasan lain seperti Senen dan Tanah Abang, serta berpotensi diperluas ke kota-kota besar lain seperti Bandung, Surabaya, dan Semarang.
Menurut Nixon, proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mengoptimalkan kawasan di sekitar stasiun sekaligus menjawab kebutuhan hunian di perkotaan.
Penandatanganan nota kesepahaman antara BTN dan PT KAI dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat, sebagai langkah awal realisasi proyek tersebut. (*)
Editor: Galih Pratama








