Perbankan

Bos BRI Ungkap Strategi untuk Menjaga Soliditas Meski Harga Saham Turun

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI menegaskan bahwa penurunan harga saham BBRI dalam beberapa waktu terakhir masih dapat dikendalikan berkat fundamental perusahaan yang kuat.

Direktur Utama BRI, Sunarso menjelaskan, manajemen memiliki kendali atas beberapa aspek penting, seperti pelaksanaan bisnis yang berlandaskan tata kelola yang baik (good governance), manajemen risiko yang terjaga, serta kinerja perusahaan yang tetap resilien.

“Artinya saya ingin cerita ketakutan tentang saham BBRI yang diciptakan oleh para YouTuber yang analisanya kadang-kadang juga di awang-awang itu. Itu sesungguhnya bisa kita kontrol dengan apa? Dengan fundamental BBRI itu sangat solid,” ujar Sunarso dalam Kompas 100 Outlook di Jakarta, Senin, 17 Februari 2025.

Baca juga: Bidik Pertumbuhan Premi 18 Persen, Begini Strategi Agresif BRI Life

Sunarso menambahkan bahwa fundamental BRI yang solid tecermin dalam pertumbuhan laba bersih perseroan yang mencapai Rp60,64 triliun sepanjang 2024, meski hanya mengalami kenaikan tipis sebesar 0,36 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Buktinya apa dalam situasi yang tidak mudah, tetap kita masih menumbuhkan laba Rp60 triliun dan itu tidak perlu juga kita tahan sebagai modal, karena modal kita sudah sangat kuat,” imbuhnya.

Baca juga: Indeks Infobank15 Bergerak Positif, Intip Daftar Saham Bank yang Melesat

Adapun, pada perdagangan hari ini, saham BBRI berhasil ditutup menguat 4,40 persen ke level Rp4.030 per saham, naik 170 poin dari harga sebelumnya Rp3.860 per saham.

Namun, secara year-to-date (ytd), harga saham BBRI masih mengalami pelemahan sebesar 1,23 persen, dengan harga sempat menyentuh level terendahnya di Rp3.800 per saham. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Cermati 4 Saham Rekomendasi Analis

Poin Penting MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG masih berpotensi naik untuk menguji level 9.077–9.100, seiring posisi… Read More

2 hours ago

Madu dan Racun Sentralisasi Devisa Hasil Ekspor

Oleh Paul Sutaryono PEMERINTAH meluncurkan aturan baru tentang devisa hasil ekspor (DHE) valas dari sumber… Read More

2 hours ago

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

11 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

12 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

13 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

13 hours ago