BNC Catat Nilai Transaksi di Neobank Capai Rp36,83 Triliun

BNC Catat Nilai Transaksi di Neobank Capai Rp36,83 Triliun

Jakarta – PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) terus menunjukkan hasil peningkatan kinerja yang berkelanjutan untuk menjadikan aplikasi neobank sebagai aplikasi bank digital yang dapat diandalkan. Hal ini tercermin dari adanya peningkatan jumlah transaksi yang signifikan, baik dari jumlah pengguna aktif secara harian maupun bulanan di kuartal IV-2021.

Direktur Utama Bank Neo Commerce, Tjandra Gunawan mengatakan, kinerja BNC dan aplikasi neobank terus menunjukkan peningkatan. Tercatat pada kuartal IV-2021, pengguna harian aktif (daily active user/DAU) mencapai 1,8 juta atau meningkat 112% dibandingkan kuartal III-2021. Sedangkan pengguna aktif bulanan (monthly active user/MAU) mencapai 4,83 juta atau meningkat 27% dibandingkan kuartal III-2021.

“Pertumbuhan nasabah BNC meningkat tajam menjadi 13,3 juta nasabah, dari sebelumnya 8,21 juta atau naik 63% dibandingkan kuartal III-2021,” ujar Tjandra Gunawan dalam keterangannya dikutip Rabu, 26 Januari 2022.

Adapun untuk pengguna yang melakukan transaksi menempati 50% lebih dari pengguna aktif pada kuartal IV-2021. Transaksi per nasabah mencapai rata-rata 17,4 kali per bulan alias meningkat sebesar 240% dibandingkan kuartal III. Menurut Tjandra, jumlah total transaksi tercatat lebih dari 96,86 juta kali transaksi, meningkat 300% bila dibandingkan dengan kuartal III-2021 yakni 23,93 juta kali transaksi.

“Total nilai transaksi di kuartal IV-2021 mencapai Rp36,83 triliun atau US$2,54 miliar, meningkat 150% dibandingkan kuartal III-2021,” ucapnya.

Dirinya mengungkapkan, dari semua nasabah yang aktif di kuartal IV-2021, 30% diantaranya merupakan nasabah tabungan dan deposito. Di kuartal IV-2021, secara rata-rata nasabah melakukan 5,7 kali transaksi menabung atau membuka deposito setiap bulan di aplikasi neobank, meningkat 43% dari 4 kali transaksi di kuartal III. Dengan kata lain, setiap lima hari nasabah melakukan satu kali transaksi menabung atau membuka deposito di aplikasi neobank mereka.

“Telah terjadi kenaikan hampir dua kali lipat dari jumlah saldo rekening, dari total USD140 juta (Rp2 triliun) di kuartal III menjadi USD264 juta (Rp3,77 triliun) di kuartal IV,” tambahnya.

Sejak diluncurkan pada Maret 2021, neobank terus melakukan inovasi secara berkesinambungan, baik itu di sisi produk, fitur, layanan, dan juga untuk meningkatkan keamanan digital. Tjandra Gunawan menyatakan bahwa kenaikan kinerja BNC di kuartal IV-2021 juga harus diimbangi dengan kemampuan perseroan untuk melayani jutaan nasabah di saat bersamaan.

“Melalui peningkatan arsitektur database, BNC berhasil meningkatkan kapasitas penyimpanan sistem BNC dan kemampuan konkurensi. Hal ini memungkinkan aplikasi neobank untuk beroperasi optimal untuk mendukung puluhan juta akun nasabah dan rata-rata jutaan transaksi per hari, dengan tingkat keberhasilan transaksi lebih dari 99,99%,” jelas Tjandra.

Sedangkan beberapa hal yang akan dilakukan BNC di tahun 2022 yakni memperkenalkan lebih banyak produk wealth management untuk memenuhi kebutuhan investasi para nasabahnya, diantaranya reksa dana, saham, asuransi, emas dan produk lainnya. Lalu menyediakan platform komunikasi yang interaktif di aplikasi neobank dengan memberikan konten-konten investasi dan pengelolaan keuangan untuk nasabah wealth management.

Selain itu, BNC juga akan meluncurkan digital lending atau fitur kredit secara digital yang akan tersedia di aplikasi neobank pada semester 1 2022 dengan target 30% dari pengguna aplikasi neobank menjadi nasabah digital lending di akhir tahun.

Sebagai informasi, pada laporan keuangan BNC per November 2021 mencatatkan kinerja yang baik, total aset tumbuh 56% dari Rp5,4 triliun menjadi Rp8.5 triliun dibandingkan Desember 2020, adapun total penyaluran kredit meningkat 11% dari Rp3,7 triliun ke Rp4,1 triliun dibandingkan Desember 2020. Kenaikan Aset yang cukup signifikan ini membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap BNC juga semakin besar.

Adapun, NPL gross membaik menjadi 3,3% dari 4,05% di Desember 2020 (ytd), NIM ratio menjadi 5,9% dari 4,03% dibandingkan Desember 2020 (ytd) dan Loan to Deposit (LDR) turun ke 55% dari 93%. Sementara, total dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 88% dari Rp3,9 triliun ke Rp7,4 triliun, dan CASA ratio naik menjadi 20% dari 12% dibanding Desember 2020 (ytd). Dengan peningkatan CASA yang juga terlihat pada peningkatan NIM, menandakan efisiensi operasional bank semakin baik.

BNC juga akan kembali melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) pada semester 1 tahun ini. PMHMETD ini selain untuk memenuhi ketentuan OJK juga untuk operasional BNC selaras dengan perkembangan dan kebutuhan Bank atas penerbitan produk-produk baru dan juga perkembangan produk yang telah ada. Untuk melihat kinerja perseroan lebih lanjut bisa dilihat di bit.ly/neobankQ4Report. (*)

Related Posts

News Update

Top News