Penguatan Dolar AS sudah mencapai level ke Rp14.450 per USD. Jelang pengumuman FOMC meeting, dikhawatirkan Dolar AS akan semakin menguat. Rezkiana Nisaputra Jakarta--Pergerakan nilai tukar Rupiah semakin tertekan oleh Dolar Amerika Serikat (AS) yang terus mengalami penguatan. Melansir Bloomberg Dollar Index, rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) hari ini (16/9)...
News
IHSG Dibuka Naik 13 Poin
Fokus pelaku pasar masih terkait hasil pertemuan The Fed yang akan dijadikan sebagai salah satu konfirmasi potensi pergerakan dan sentimen indeks ke depan. Dwitya Putra Jakarta--Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 13,028 poin atau 0,30% ke level 4.360,188 pada perdagangan Rabu, 16 September 2015. Sedangkan Indeks LQ45 naik 3,335...
Belum Ada Sentimen Positif, Rupiah Masih di Zona Merah
Pergerakan Rupiah yang kembali melemah terhadap Dolar AS, telah memunculkan spekulasi akan berlanjutnya pelemahan nilai tukar Rupiah. Rezkiana Nisaputra Jakarta--Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) tampaknya masih nyaman berada di zona merah. Hal tersebut seiring dengan belum adanya sentimen positif yang dapat meyakinkan pelaku pasar akan perbaikan...
Asumsi Nilai Tukar Rp13.400 Bakal Meleset
Nilai tukar Rupiah masih tertekan kondisi eksternal. Ria Martati Jakarta--Pengamat Ekonomi sekaligus Rektor Universitas Atma Jaya, Jakarta, Agustinus Prasetyantoko mengatakan nilai tukar Rupiah masih akan terus melemah, karena terpengaruh faktor eksternal. Rupiah saat ini, menurutnya telah menjauh dari nilai fundamentalnya yang Rp12.500-Rp13.000. "Pada hari ini di posisi ke arah Rp14.000...
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) –
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) - Menteri Koperasi dan UKM,Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga bersama Pemimpin BNI Wilayah Senayan,Hermita melihat langsung proses pengajuan KUR nasabah BNI dilanjutkan bincang-bincang langsung kepada para nasabah KUR BNI di Kantor BNI Cabang Utama Melawai Jakarta,Selasa 15 September 2015.PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)...
Minim Sentimen Positif, IHSG Ditutup Merosot 43 Poin
Seluruh sektoral saham di lantai bursa kompak melemah, dengan pelemahan paling dalam diderita sektor agri 2%. Dwitya Putra Jakarta--Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot 43,213 poin atau 0,98% ke level 4.347,160 pada perdagangan Selasa, 15 September 2015. Minimnya sentimen positif yang muncul di pasar, jadi pemicu IHSG hari ini...
Kemiskinan Meningkat Karena Ekonomi Melambat
Pelambatan ekonomi menyebabkan penyerapan tenaga kerja berkurang. Ria Martati Jakarta--Meningkatnya kemiskinan tak bisa dilepaskan dari kondisi ekonomi makro yang tengah melambat. Seperti diketahui, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pada Maret 2015, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Indonesia mencapai 28,59...
Pembiayaan Infrastruktur Tak Boleh Tergantung Utang
Pembangunan infrastruktur terancam ditunda jika Pemerintah tak mendapat pembiayaan. Namun, saat ini utang Pemerintah dinilai sudah besar sehingga perlu penghematan di pos belanja lain. Ria Martati Jakarta--Rencana Pemerintah mengalokasikan belanja infrastruktur sebesar Rp313,5 triliun, naik 7,99% dibanding APBNP 2015, pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 dinilai merupakan...
2017, Pasar Modal Bakal Didominasi Investor Lokal
Dua atau tiga tahun ke depan BEI berharap porsi investor lokal di pasar modal lebih besar dari asing. Dwitya Putra Jakarta--PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berupaya menjaring masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal. Langkah ini dilakukan guna membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak mudah melemah ketika asing melakukan...
Pertumbuhan Ekonomi 5,5% Sulit Dicapai di 2016
Pertumbuhan ekonomi tahun depan masih menghadapi tantangan-tantangan berat. Ria Martati Jakarta--Pertumbuhan ekonomi global yang tengah melambat, membuat asumsi pertumbuhan ekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016, sebesar 5,5% sulit dicapai. Berbagai faktor eksternal dan domestik masih membayangi pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla dan pencapaian-pencapaian asumsi makro 2016 nanti....
