Jakarta--Defisit neraca berjalan masih menjadi permasalahan yang dihadapi Indonesia. Untuk itulah, pemerintah kini makin mendorong kegiatan terkait ekspro. Selain mendorong kegiatan ekspor, Indonesia juga perlu mengurangi impor untuk menekan defisit, Untuk mengurangi impor, Indonesia perlu menumbuhkembangkan sektor manufaktur, khususnya yang terkait dengan bahan baku industri. Menurut Plt. Kepala Badan Kebijakan...
News
Bank Dunia Apresiasi Perubahan Positif Birokrasi Indonesia
Jakarta--Bank Dunia mengapresiasi perubahan positif pada birokrasi di Indonesia. Indonesia memang sedang menggancarkan penggunaan sistem online (daring) bagi berbagai pelayanan birokrasi. Dalam Laporan Doing Business terbaru yang dikeluarkan oleh Bank Dunia, Indonesia masuk dalam daftar negara-negara yang melakukan perubahan dengan mengurangi keruwetan peraturan dan biaya. Bank Dunia juga mengapresiasi upaya...
Semen Indonesia Patok Pendapatan 2016 Tumbuh 6%
Jakarta - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) optimis pendapatan tahun depan akan tumbuh sebesar 5-6% dibandingkan dengan perolehan di akhir tahun ini. Direktur Utama Semen Indonesia, Suparni mengatakan, kenaikan tersebut akan didorong dengan kenaikan volume produksi perseroan yang diperkirakan naik sebesar 5% di tahun 2016. "Tahun depan volume naik...
World Bank Naikkan Peringkat RI Bukan Karena Paket Kebijakan
Surabaya - World Bank Group memberikan peringkat kepada Indonesia dalam survei Ease of Doing Bussiness (Kemudahan Berusaha) 2015 yang naik dari sebelumnya di posisi 120, menjadi di peringkat 109 dari 189 negara yang disurvei oleh World Bank Group. Adanya kabar positif tersebut, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara mengungkapkan,...
BI: Ketidakpastian The Fed, Buat Market Terbiasa
Surabaya - Janet L. Yellen dan kawan-kawannya dari Federal Open Market Committee (FOMC) kembali memutuskan untuk menahan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) (The Federal Reserves/Fed) tadi malam. Penundaan kenaikan suku bunga ini, karena masih lemahnya data ekspor, serta inflasi di AS. Kendati bank sentral AS kembali menunda kenaikan...
Marak Aksi Jual, IHSG Anjlok Lagi Diatas 2%
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 136.719 poin atau 2,97% ke level 4,472.021 pada perdagangan Kamis, 29 Oktober 2015. Sementara Indeks LQ45 ditutup merosot 30.454 poin atau 3,83% ke level 765.526. Aksi jual saham kembali jadi pemicu merosotnya indeks, seiring sentimen negatif dari ekspetasi suku bunga AS...
Perbanas: Bank Tidak Bisa Jadi Lokomotif Pertumbuhan
Jakarta--Program kredit murah yang diluncurkan oleh setiap rezim Pemerintahan dinilai tidak dapat menyelesaikan permasalahan ekonomi. Bank, bagaimanapun bukanlah motor pertumbuhan. Ketua Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono menegaskan program kredit murah terutama untuk UMKM seringkali menjadi komoditas politik rezim Pemerintah yang berkuasa di Indonesia. Selama ini, seringkali disebut bahwa...
Incar Dana Rp13,5 Triliun, BTN Gelar Program Serbu
Jakarta--PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk BTN meluncurkan program undian SERBU (serba untung) dari tabungan BTN Batara. Program undian serbu ini merupakan kelanjutan dari program undian yang sudah ada sebelumnya. Setelah sebelumnya sukses dengan program undian Homebastis, BTN optimis program baru yang didapuk nama SERBU ini akan menuai sukses di...
Bos OJK Minta Konsolidasi Bank Syariah BUMN Dipercepat
Bandung--Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad menyatakan, bahwa proses konsolidasi bank-bank syariah milik bank BUMN menjadi sangat penting dalam mendorong perkembangan industri keuangan syariah. "Pentingnya konsolidasi bank-bank syariah milik BUMN. Sudah ajukan surat ke Bu Rini (Menteri BUMN) agar ini dipercepat proses konsolidasinya," tukas Muliaman dalam diskusi dengan media...
NPL Perbankan Bakal Naik Jadi 7,6% Jika Prakrisis Terjadi
Jakarta--Perbankan nasional akan mengalami lonjakan rasio kredit bermasalah menjadi 7,67% dari 2,47% jika terjadi prakrisis. Kenaikan NPL perbankan itu bisa terjadi berdasarkan skenario jika Amerika menaikkan suku bunga acuan, nilai tukar Rupiah merosot menjadi Rp16.000, suku bunga mencapai 12%, dan pertumbuhan ekonomi sebesar 4%. "Jadi sebenarnya kalau hanya nilai tukar...
