Jakarta--Ketua Umum Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas), Sigit Pramono menyambut positif langkah Bank Indonesia (BI) yang kembali menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 7%. Hal ini menjadi bukti bahwa sinyal kebijakan moneter BI longgar. "Tinggal bank mengantisipasinya seperti apa," kata Sigit di Jakarta, Kamis, 18...
News
Menyoal Tantangan di Sektor Properti
Jakarta--Ekspansi kredit properti yang disalurkan perbankan tertahan sejak 2014. Salah satunya dikarenakan ketatnya peraturan pemberian kredit properti. Sementara, persoalan lain yang dihadapi industri properti saat ini ialah penurunan daya beli masyarakat yang membuat permintaan terhadap kredit properti mengalami pelambatan. Bisnis properti yang sedang kurang bergairah tersebut menjadi perhatian banyak pihak,...
Ini Alasan BI Turunkan BI Rate dan GWM Primer
Jakarta--Bank Indonesia (BI) dalam keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar selama dua hari sejak 17-18 Februari akhirnya memutuskan untuk melonggarkan dua kebijakan sekaligus yaitu menurunkan suku bunga acuan dari 7,25% menjadi 7% dan menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) Primer 1% dari 7,5% ke 6,5%. Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo...
Nih Bedanya Orang Indonesia dan Jepang Dalam Menabung
Jakarta--Kegiatan menabung merupakan budaya yang selalu ditanamkan orang tua kepada anak dari sejak dini. Karena dengan menabung, keperluaan di masa yang akan datang bisa dipenuhi tanpa kesulitan. Ya, dengan menabung, setiap orang bisa menghindarkan dari sifat boros, melatih untuk lebih bijak dalam menggunakan uang, sebagai perencanaan pendidikan bahkan untuk persiapan...
Pemerintah Berniat Batasi Bunga Deposito
Jakarta--Kementerian Keuangan mengaku terus berupaya untuk mendorong perbankan agar dapat menurunkan suku bunga depositonya. Hal ini, menurut Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro merupakan bentuk intervensi pemerintah. Menurutnya, bentuk intervensi tersebut merupakan intervensi positif yang bertujuan agar tidak terjadi kompetisi tingkat bunga antarbank. Pasalnya, selama ini perbankan tengah berlomba-lomba memberikan suku bunga...
BI Pangkas Suku Bunga Acuan dan GWM Primer
Jakarta--Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 17-18 Februari 2016 memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 bps menjadi 7%. Keputusan ini sejalan dengan ruang pelonggaran kebijakan moneter semakin terbuka khususnya tekanan inflasi yang mereda dan risiko keuangan global yang makin mereda. Gubernur BI Agus D.W....
Property & Mortgage summit 2016 –
Property & Mortgage Summit 2016 - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (kedua kiri) didampingi Ketua Perbanas Sigit Pramono (kedua kanan),Pengamat Ekonomi Aviliani dan Pemred Majalah Infobank Eko B.Supriyanto (kiri) berfoto bersama usai memberikan keynote speech pada Forum Property & Mortgage Summit 2016 di Jakarta,Kamis 18 Februari 2016.Majalah Infobank bekerjasama dengan Perbanas...
Kementerian PUPR Siap Awasi Developer Lebih Dalam
Jakarta--Sekretaris Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Eko D. Heripoerwanto mengungkapkan pihaknya tidak mempersoalkan jika ditugaskan untuk mengawasi bisnis pengembang atau developer properti. Asalkan, kewenangan yang diberikan tidak bersikutan dengan kemeterian terkait lainnya. Hal ini seiring maraknya para pengembang yang mulai berani melakukan bisnis di luar koridornya,...
Menkeu Minta Deposan Ubah Mental Jadi Investor
Jakarta--Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menyarankan kepada masyarakat agar berinvestasi di instrumen yang lebih menjanjikan, seperti reksa dana maupun di pasar modal dan jangan mengandalkan kepada bunga bank. Menurutnya, jika masyarakat menginginkan return atau imbal hasil yang tinggi dari sebuah investasi tidak bisa berharap banyak kepada bunga bank. Karena, lanjut...
BI Bakal Buat LTV Daerah
Jakarta--Bank Indonesia (BI) berencana untuk membuat aturan terbaru terkait LTV (loan to value) yang disesuaikan dengan daerah. Pasalnya, pertumbuhan kredit properti yang ada saat ini tidak merata dan cenderung menurun dari tahun-tahun sebelumnya. Direktur Kebijakan Makroprudensial BI, Agusman mengatakan, pertumbuhan kredit properti secara agregat hanya tumbuh 6,9% sepanjang tahun 2015....
