News

Pengaturan NIM Berpotensi Membatasi Kredit Bank

Singapura--Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki wacana untuk mengatur margin perbankan. OJK berencana menekan Net Interest Margin (NIM) di kisaran 3%-4% saja. Analis Bloomberg, Diksha Gera berpendapat, langkah ini merupakan upaya OJK untuk membuat dana lebih terjangkau. Selain itu, langkah ini juga dinilai akan membuat perbankan Indonesia lebih kompetitif di regional....

OJK Yakini Properti Masih Tetap Tumbuh

Jakarta- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini bisnis sektor properti tahun ini tetap tumbuh. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan makin membaik. "Kami yakini pertumbuhan sektor properti akan baik seiring dengan pertumbuhan kelas menengah, rezim suku bunga rendah, peningkatan alokasi anggaran infrastruktur, peningkatan kebutuhan perumahan, memasuki era persaingan bisnis...

Nih Tanggapan BTN Soal Himbauan Menteri

Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk(BTN) siap mengikuti arahan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno yang berniat mendorong margin keuntungan bank pada 4 bank BUMN bisa ditekan hingga 3%. "Saya sendiri belum mendengar arahan itu, namun apapun kebijakan Bu mentri akan kita ikuti," kata Direktur BTN,...

ULN RI Naik 2,8% Jadi US$310,7 Miliar

Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi Utang Luar Negeri (ULN) pada akhir triwulan IV 2015 tercatat sebesar US$310,7 miliar, atau naik 2,8% jika dibandingkan dengan posisi akhir triwulan III 2015 yang sebesar US$302,3 miliar. Sementara bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, posisi total ULN meningkat US$17 miliar atau tumbuh 5,8%...

Dampak Pelonggaran LTV Pasca Turunnya Bi Rate dan GWM

Jakarta - Kendati Bank Indonesia (BI) sudah melakukan pelonggaran pada kebijakan Loan to Value (LTV) pada pertengahan Juni tahun lalu, namun kebijakan tersebut sampai saat ini belum terasa terhadap pertumbuhan properti di Indonesia. Menyikapi hal tersebut, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, belum terasanya dampak dari pelonggaran LTV tersebut,...

Ekspansi Kredit Bank Mantap Makin Mantap

Jakarta- Memasuki 2016, kinerja Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) semakin mantap.  Pada Januari 2016, produktivitas booking kredit secara tahunan (yoy) meningkat 273%, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross tercatat 0,74%, penghimpunan dana murah naik 55%, dan laba bersih tumbuh 40,3%. Secara keseluruhan, realisasi penyaluran kredit Bank Mantap hingga...

Bank Butuh Proses Turunkan Suku Bunga

Jakarta--Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuannya (BI Rate) sebesar 25 basis poin (bps). Dengan turunnya BI Rate ini, perbankan diharapkan dapat segera merespon lewat penurunan suku bunga kredit. Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara mengaku, respon perbankan untuk menurunkan suku bunga kreditnya membutuhkan waktu dan tidak serta merta...

Ini Saran OJK Untuk Calon Pembeli Rumah

Jakarta--Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sepanjang 2015 ada 32 permintaan informasi, 5 pengaduan, dan 14 pertanyaan dari masyarakat terkait masalah developer dan KPR. Pokok-pokok permasalahan antara lain pembangunan rumah yang belum selesai tepat pada waktunya sementara angsuran telah lunas, pembangunan rumah tidak dilakukan oleh developer sementara pembayaran angsuran tetap berjalan,...

BI: RUU JPSK Segera Diundang-undangkan

Jakarta--Bank Indonesia (BI) mengaku, pemerintah dan DPR sudah merampungkan pembahasan tiga isu utama yang tertuang dalam draft Rancangan Undang-Undang (RUU) Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK) dan akan diundang-undangkan. Menurut Gubernur BI, Agus D.W. Martowardojo, pembahasan RUU JPSK di Komisi XI DPR cukup alot pada pembahasan fungsi makroprudensial. Dalam pembahasan RUU...