Poin Penting
- BKPM menyebut perizinan dan ketersediaan lahan menjadi kunci menarik investasi AI.
- Pemerintah menjamin kemudahan perizinan digital dan penyediaan kawasan industri.
- STT GDC menilai Indonesia memiliki proses perizinan yang cepat dan pasar digital yang besar.
Jakarta – Direktur Promosi Investasi Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru dan Pasifik Kementerian Investasi dan Hilirisasi RI/BKPM, Saribua Siahaan menyebutkan dua faktor utama yang harus diselesaikan agar Indonesia bisa semakin optimal dalam menggaet investor asing, khususnya di bidang teknologi AI.
Dua faktor itu ialah masalah perizinan dan lahan. Ia menegaskan jika kedua masalah itu bisa diselesaikan dengan baik, maka akan jauh lebih memudahkan investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
“Kalau dua persoalan ini bisa di-handle. Jika ada clear and clean (atas dua masalah ini), itu lebih sangat memudahkan untuk investor,” ujar Saribua saat acara peresmian ekspansi STT Jakarta Campus di Cikarang, Rabu, 10 Juni 2026.
Baca juga: Di Tengah Gempuran AI, Ini Alasan Dunia Usaha Bergeser ke Autonomous Business
Ia menambahkan, untuk itu, pemerintah Indonesia telah menyiapkan solusi dengan menyediakan lahan khusus untuk kawasan industri. Dimana, persoalan penyediaan lahan dijamin oleh pemerintah Indonesia.
“Kemudian, izin-izin itu dapat dilakukan secara formal. Saya selalu bilang, online itu tidak hanya membuat orang cepat dapet izin, tapi juga punya kepastian. Bisa di-track apa saja syaratnya,” jelasnya.
Saribua mengungkapkan, kehadiran digitalisasi perizinan ini, bukan hanya memudahkan para investor untuk mendaftarkan perizinan berusaha. Namun, juga memudahkan pemerintah dalam memantau sejauh mana perizinan itu telah dipenuhi oleh para investor.
“Ini perintah dari Pak Presiden kepada kami agar investasi itu mudah, cepat dengan kepastian berinvestasi. Dan saya percaya ini adalah salah satu cara untuk bisa mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen,” tegasnya.
Indonesia Punya Daya Tarik Besar
Hal yang disampaikan Saribua pun mendapatkan konfirmasi dari Country Head STT GDC Indonesia, Hendrikus Hendra Gozali. Hendrikus mengatakan, Indonesia memiliki proses pengurusan perizinan berusaha yang cepat dibandingkan dengan negara lain.
Bahkan, kondisi itu telah dialami dan dirasakan langsung oleh STT GDC (ST Telemedia Global Data Centres) selaku penyedia pusat data global yang telah berinvestasi dan beroperasi di Indonesia.
“Ini kenapa kami berkomitmen di sini. Makanya, di Asia fasilitas kami (di Indonesia) adalah fasilitas yang terbesar di Asia nanti,” sebut Hendrikus.
Baca juga: Indonesia Salip Singapura jadi Hub Data Center, Ini Faktor Pendorongnya
Di samping itu, ia juga menambahkan bagaimana populasi Indonesia yang salah satu terbesar di dunia dengan didominasi oleh generasi muda yang melek teknologi membuat pihaknya semakin tertarik berinvestasi di Indonesia.
“Sehingga, mereka akan embrace AI, akan embrace cloud, digital, dan sebagainya,” tandasnya. Steven Widjaja


