Nasional

Biaya Pelatihan Pengawas Kopdes Merah Putih Rp5 Juta? Ini Kata Kemenkop

Jakarta – Sekretaris Kementerian Koperasi (Seskemenkop) Ahmad Zabadi memberikan klarifikasi terkait adanya biaya pelatihan bagi pengawas Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang ramai diberitakan akhir-akhir ini.

Dalam klarifikasinya, Ahmad menjelaskan bahwa pelatihan terhadap 240.000 pengawas koperasi dilakukan untuk meningkatkan fungsi pengawasan agar Kopdes Merah Putih dapat berjalan dengan baik dan akuntabel.

Upaya ini merupakan bagian dari strategi penguatan tata kelola koperasi, sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.

Baca juga : Ekonomi Kreatif Naik Kelas Lewat Koperasi, Ini Rencana Kemenkop dan Bekraf

Menurutnya, selain pengawas, Kemenkop juga akan melatih pengurus koperasi (minimal 5 orang) dan para pengelola koperasi, yaitu karyawan yang direkrut oleh koperasi, yang juga akan mendapatkan peningkatan kapasitas melalui pendidikan dan pelatihan.

“Dari estimasi 80.000 koperasi yang akan dibentuk, diperkirakan akan ada sekitar 400.000 orang pengurus dan para pengelola usaha-usaha Kopdes Merah Putih yang diperkirakan mencapai 1,2 juta orang yang menangani berbagai unit usaha koperasi,” ujar Ahmad, dikutip pada Jumat, 18 April 2025.

“Mengingat terdapat enam jenis gerai usaha, maka dibutuhkan tenaga kerja yang kompeten dan siap untuk dikelola secara profesional,” sambungnya.

Adapun keenam jenis gerai usaha yang dimaksud meliputi usaha sembako, apotek, klinik, cold storage/logistik, simpan pinjam, dan kantor koperasi).

Baca juga : Perangi Rentenir, Kemenkop Dorong Koperasi Syariah di Pesantren

Ahmad menuturkan, hingga saat ini, Kemenkop belum menetapkan kebutuhan pembiayaan maupun sumber pendanaan untuk program Kopdes Merah Putih.

Proses pematangan program masih terus dilakukan, termasuk penjajakan skema pendanaan bersama Kementerian/Lembaga dan para pemangku kepentingan terkait.

Pelatihan Dirancang dengan Skema Hybrid

Model pelatihan yang sedang disusun akan menggunakan pendekatan hybrid, untuk menjamin efektivitas pembelajaran sekaligus efisiensi pelaksanaan program.

“Pendekatan ini memungkinkan pelatihan dilakukan secara luas, adaptif, dan hemat anggaran sesuai prinsip penyelenggaraan program yang efektif dan efisien,” terangnya.

Baca juga: Matematika “Ngawur” Koperasi Merah Putih, Modal Rp400 T, Kok Untungnya Rp2.000 T, Bisnis Apa?

Sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto, pelaksanaan program strategis nasional harus menekankan pada efektivitas dan efisiensi. Oleh karena itu, seluruh perencanaan program, termasuk pelatihan SDM koperasi, harus berbasis pada kebutuhan nyata dan menghindari pemborosan anggaran.

Biaya Rp5 Juta Bukan Informasi Resmi

Menanggapi pemberitaan yang beredar, Ahmad Zabadi menegaskan bahwa informasi mengenai biaya pelatihan sebesar Rp5 juta per orang tidak berasal dari kebijakan resmi Kemenkop.

“Kami  masih merumuskan metode pelatihan secara menyeluruh dan belum sampai pada tahap penetapan kebutuhan pembiayaan maupun skema pendanaannya,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

9 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

10 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

11 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

16 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

17 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

17 hours ago