Headline

BI Yakin GWM Averaging Tambah Fleksibilitas Likuiditas Bank

Lebih lanjut dia mengungkapkan, bahwa ketentuan ini berlaku mulai 1 Juli 2017 dengan masa transisi selama 1 bulan. Dengan adanya kebijakan ini, maka akan memberikan fleksibilitas bagi perbankan dalam mengelola likuiditasnya. Di sisi lain, penerapan GWM Averaging ini, akan membuat sistem moneter semakin baik.

Baca juga: Likuiditas Ketat, BRI Minta GWM Primer Turun Jadi 5%

“Dengan kajian yang mendalam, proses koordinasi dengan pihak-pihak terkait, penyesuaian sistem yang telah disiapkan dengan matang, dan rencana proses komunikasi yang intensif dengan pihak-pihak terkait, pemberian ruang fleksibilitas bagi likuiditas bank ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh perbankan,” ucap Dody.

Sejauh ini, kata dia, Bank Sentral terus melakukan sosialisasi kepada perbankan terkait dengan kebijakan GWM Averaging yang diterapkan. Menurutnya, respon industri perbankan sangat positif terhadap kebijakan GWM Averaging ini. “Kita lakukan sosialisasi, apakah kesiapan diperbankannya sendiri sudah ready atau belum,” tutupnya. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Page: 1 2 3

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Moody’s Turunkan Outlook RI, Purbaya: Hanya Jangka Pendek

Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More

9 hours ago

Gaya Hidup Menggeser Risiko Penyakit ke Usia Muda? Simak Persiapan Menghadapi Risikonya

Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More

9 hours ago

Cadangan Devisa RI Turun Jadi USD154,6 Miliar di Januari 2026

Poin Penting Per Januari 2026, cadangan devisa Indonesia tercatat USD154,6 miliar, turun dari USD156,5 miliar… Read More

9 hours ago

Belum Mampu Rebound, IHSG Ditutup Parkir di Posisi 7.935

Poin Penting IHSG ditutup melemah 2,08 persen ke level 7.935,26. Sebanyak 646 saham terkoreksi, dengan… Read More

10 hours ago

Laba BSI Tumbuh 8,02 Persen Jadi Rp7,57 Triliun di 2025

Poin Penting BSI membukukan laba bersih Rp7,57 triliun sepanjang 2025, naik 8,02 persen yoy, ditopang… Read More

10 hours ago

BSI Siap Tingkatkan Free Float Saham Jadi 15 Persen

Poin Penting BSI menyambut baik rencana OJK dan BEI menaikkan minimum free float saham dari… Read More

10 hours ago