BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2018 Stagnan
Jakarta–Bank Indonesia (BI) terus bertransformasi melalui kebijakannya untuk menjaga kondisi moneter dan makroprudensial yang sehat. Dalam transformasinya, BI dalam waktu dekat akan mengeluarkan aturan soal Gerbang Pembayaran Nasional atau National Payment Gateway (NPG) pada akhir Juni 2017.
Selain itu, BI juga sudah melakukan penyempurnaan pengaturan Giro Wajib Minimum (GWM) terkait pemenuhan GWM Primer dalam rupiah dengan melonggarkan aturan pencatatan GWM yang semula secara harian menjadi secara rata-rata (averaging) dua mingguan yang akan berlaku mulai 1 Juli 2017 dengan masa transisi selama 1 bulan.
Kedua transformasi yang dilakukan BI ini diharapkan dapat menjaga stabilitas sistem keuangan dan sistem pembayaran di Indonesia. Adapun kebijakan dari NPG ini bertujuan untuk mendorong efisiensi dari sisi banknya maupun nasabahnya. Sedangkan kebijakan GWM Averaging, untuk memberikan fleksibilitas pada bank dalam mengelola likuiditasnya.
“Di tahun ini BI akan mengeluarkan peraturan mengenai NPG sebentar lagi kita tunggu dan itu bagus juga untuk masyarakat. BI juga akan mengeluarkan peraturan mengenai GWM Averaging, itu bagus juga kan. Jadi semua transformasi BI ini diberikan kepada masyarakat,” ujar Direktur Eksekutif Transformasi BI, Onny Widjanarko dalam seminar yang bertajuk Peluang dan Tantangan Dalam Penerapan NPG di Indonesia, Jakarta, Senin, 22 Mei 2017. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More
Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More
Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More
Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More
Poin Penting BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari,… Read More