Poin Penting
- Destry Damayanti menyoroti kredit UMKM yang baru tumbuh 1,62 persen, meski sektor ini menjadi pilar ekonomi dengan 64 juta pelaku
- BI mendorong perbankan memperkuat penyaluran kredit UMKM serta bersinergi dengan LJK dan pelaku usaha melalui penguatan kapasitas, akses pasar dan pembiayaan, serta digitalisasi
- KKI 2026 menjadi wadah penguatan UMKM, dengan melibatkan lebih dari 550 UMKM secara luring dan 1.300 UMKM secara daring.
Jakarta – Pejabat Gubernur Sementara (PGS) Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyoroti penyaluran kredit di segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh pemangku kepentingan terkait guna mendukung pertumbuhan ekonomi.
Tercatat, kredit di segmen UMKM hanya tumbuh sebesar 1,62 persen. Padahal, UMKM menjadi pilar ekonomi bangsa tercermin dari jumlah pelaku yang mencapai 64 juta, menyerap 97 persen tenaga kerja, dan berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB nasional.
“Namun memang kita harus mengakui ada suatu fakta bahwa kredit UMKM saat ini memang menjadi PR kita semua,” kata Destry dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, Kamis, 20 Agustus 2026.
Baca juga: BI Catat Kredit Perbankan Tumbuh 13,58 Persen di Juli 2026
Destry meminta perbankan untuk menyalurkan kredit kepada UMKM. Di samping itu, BI juga akan bersinergi bersama Lembaga Jasa Keuangan (LJK) dan pelaku usaha agar UMKM naik kelas.
Destry menyebut, peranan strategis UMKM semakin menegaskan mandat Bank Indonesia untuk memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia dan mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
“Maka bauran kebijakan BI dilakukan untuk menciptakan lingkungan ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan pekerjaan,” tambahnya.
Lebih lanjut, kata Destry, untuk semakin memperkuat UMKM, kebijakan pengembangan UMKM BI diarahkan melalui tiga strategi utama, yaitu ekonomi inklusif yang terintegrasi dan berdaya saing, pembiayaan inklusif dan keuangan berkelanjutan, serta literasi dan sinergi ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan yang meluas.
Strategi tersebut diwujudkan melalui penguatan kapasitas dan skala usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta akselerasi digitalisasi.
BI mengajak seluruh masyarakat untuk mencintai dan bangga pada produk buatan UMKM Indonesia serta mendukung UMKM untuk bangkit dan berdaya saing.
Karya Kreatif Indonesia 2026
Adapun BI menyelenggarakan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang berlangsung pada 20-23 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Ini sebagai bentuk komitmen mengembangkan UMKM untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga: Mitigasi Risiko Kredit Koperasi Merah Putih
KKI tahun ini mengangkat semangat “BeudayaMeusareSare” dari Aceh, yang bermakna Berdaya, Bersama-Sama.
Gelaran ini juga menjadi bentuk upaya mendorong kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam.
Selama 4 hari pelaksanaan acara, pameran di JICC diikuti lebih dari 550 UMKM, sementara pameran daring melalui platform digital www.karyakreatifindonesia.co.id melibatkan lebih dari 1.300 UMKM.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring. (*)
Editor: Galih Pratama


