Poin Penting
- BI mencatat undisbursed loan pada Juli 2026 mencapai Rp2.548 triliun atau 21,81 persen dari plafon kredit, menunjukkan masih besarnya ruang penyaluran kredit
- Destry Damayanti memproyeksikan pertumbuhan kredit 2026 tetap di kisaran 8-12 persen, didukung potensi permintaan dari fasilitas kredit yang belum digunakan
- Kredit perbankan Juli 2026 tumbuh 13,58 persen yoy, ditopang kredit investasi 25,13 persen, modal kerja 11,04 persen, dan konsumsi 5,38 persen.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat undisbursed loan alias kredit “nganggur” pada Juli 2026 mencapai Rp2.548 triliun atau 21,81 persen dari plafon kredit yang tersedia.
Angka tersebut menurun dibandingkan Juni 2026 yang senilai Rp2.490 triliun atau 21,52 persen dari plafon kredit yang tersedia.
Pejabat Gubernur Sementara (PGS) Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memprakirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12 persen. Ini sejalan dengan masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum digunakan.
Baca juga: BI Soroti Realisasi Kredit UMKM yang Masih Seret
“Prospek ini didukung potensi dari sisi permintaan sejalan masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang mencapai Rp2.548 triliun atau 21,81 persen dari plafon kredit yang tersedia sehingga perlu terus didorong realisasinya untuk mendukung pembiayaan ekonomi,” kata Destry dalam RDG BI, dikutip, Kamis, 20 Agustus 2026.
Baca juga: BI Catat Kredit Perbankan Tumbuh 13,58 Persen di Juli 2026
Sementara itu, kredit perbankan pada Juli 2026 tumbuh 13,58 persen year on year (yoy), meningkat dari pertumbuhan pada Juni 2026 sebesar 12,67 persen (yoy).
Berdasarkan kelompok penggunaan, perkembangan ini didukung oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi yang pada Juli 2026 masing-masing tumbuh sebesar 25,13 persen (yoy), 11,04 persen (yoy), dan 5,38 persen (yoy). Sedangkan, pembiayaan syariah Juni 2026 tumbuh 11,43 persen (yoy). (*)
Editor: Galih Pratama


