Poin Penting
- Piutang pembiayaan BFI Finance mencapai Rp26,8 triliun, naik 5,5% yoy.
- Laba bersih Rp354,3 miliar dengan pendapatan Rp1,7 triliun.
- Kualitas pembiayaan terjaga dengan NPF bruto 1,57% dan neto 0,25%.
Jakarta – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) atau BFI Finance mengawali 2026 dengan menunjukkan resiliensi bisnis di tengah dinamika ekonomi domestik dan melambatnya konsumsi masyarakat.
Per Maret 2026, emiten berkode saham BFIN ini mencatatkan piutang pembiayaan dikelola (managed receivables) sebesar Rp26,8 triliun, atau meningkat 5,5 persen year on year (yoy).
Sebesar 57,8 persen atau setara Rp15,5 triliun disalurkan untuk pembiayaan modal kerja dengan berbagai skala usaha.
Sementara untuk pembiayaan baru pada tiga bulan pertama 2026 tercatat stabil di kisaran Rp5,5 triliun. Penyaluran new booking yang relatif stabil di tengah tantangan dan dinamika yang dihadapi industri jasa keuangan merefleksikan resiliensi bisnis BFIN. Ini juga tidak lepas dari konsistensi perseroan dalam menerapkan prinsip selektivitas dan disiplin risiko.
“Dengan pengalaman BFI Finance yang telah teruji, kami optimistis dapat terus menjaga postur risiko yang sehat. Pendekatan selektif dan disiplin menjadi kunci dalam mengantisipasi volatilitas pasar serta menjaga fondasi keberlanjutan bisnis kami,” kata Presiden Direktur BFI Finance Sutadi dalam keterangan resmi, Rabu, 29 April 2026.
Baca juga: Pembiayaan Baru Naik 9,3 Persen Menjadi Rp21,9 T, BFI Finance Raih Laba Rp1,58 T di 2025
Dari sisi komposisi portofolio, pembiayaan kendaraan roda empat, baik refinancing maupun pembelian unit, masih mendominasi dengan porsi sebesar 68,1 persen.
Sementara itu, pembiayaan berjaminan roda dua berkontribusi sebesar 8,0 persen, pembiayaan alat berat dan mesin 15,0 persen, serta pembiayaan beragun properti dan lainnya sebesar 8,9 persen.
Kualitas pembiayaan juga terjaga dengan baik. Ini tecermin dari rasio Non-Performing Financing (NPF) bruto dan neto masing-masing tercatat sebesar 1,57 persen dan 0,25 persen. Perseroan juga menjaga tingkat pencadangan dengan rasio coverage terhadap NPF bruto sebesar 2,71 kali.
Baca juga: BFI Finance Mau Buyback Saham, Siapkan Dana Segini
Bisnis yang tetap tumbuh berimbas pada pendapatan BFI Finance yang naik 3,1 persen menjadi Rp1,7 triliun. Perseroan menutup kuartal I 2026 dengan laba bersih Rp354,3 miliar dan total aset sebesar Rp25,3 triliun.
Likuiditas perseroan juga tetap kuat. Pada Januari 2026, BFI Finance telah melunasi pokok dan bunga Obligasi Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2023 Seri C tepat waktu. Selain itu, lembaga pemeringkat Fitch Ratings Indonesia kembali menegaskan peringkat nasional jangka panjang BFI Finance di level ‘AA-(idn)’ dengan outlook Stabil.
“Sebagai lembaga keuangan yang independen, kami akan terus mengoptimalkan diversifikasi sumber pendanaan serta memperkuat kolaborasi strategis dengan para mitra. Dengan manajemen risiko yang solid, kami optimis dapat terus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Sutadi. (*) Ari Astriawan




