Presiden Prabowo Subianto memberikan keterangan pers kepada awak media usai menjadi pembicara pada ADF 2025 di Antalys, Turkiye, pada Jumat, 11 April 2025. Foto: BPMI Setpres
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri pembukaan Konferensi Parlemen Negara-Negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) atau Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) ke-19, di DPR, Senayan, Jakarta, pada Rabu (14/5).
Hal tersebut dikonfirmasi oleh Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Mardani Ali Sera. Menurutnya, DPR menjadi tuan rumah pada perhelatan PUIC tahun ini.
“Pak Prabowo Insya Allah konfirmasi akan hadir, tentu ditemani oleh Mbak Puan sebagai tuan rumah, dan messagenya sama, Indonesia siap untuk jadi negara yang menjadi jembatan bagi semuanya, menuju kemakmuran yang sama, perdamaian bersama,” katanya, dikutip Selasa, 13 Mei 2025.
Ia menuturkan, Prabowo sebagai kepala negara tuan rumah penyelenggara akan menyampaikan pesan Indonesia siap menjadi negara yang menjembatani bagi semuanya, menuju kemakmuran yang sama, dan perdamaian bersama.
Baca juga : Prabowo Janji Bangun 100 Sekolah Berasrama Setiap Tahun untuk Anak Kurang Mampu
Mardani pun menekankan bahwa pesan utama dari konferensi ini adalah ajakan untuk melakukan introspeksi dan pembenahan dari dalam. Ia menegaskan bahwa negara Muslim yang tergabung dalam PUIC harus bisa memiliki kekuatan sendiri.
“Message-nya, pesannya sederhana. Jangan cuma nyalahin Amerika, jangan cuma nyalahin orang-orang lain, jangan nyalahin Barat, jangan. Kadang-kadang masalahnya ada di kita,” sebut Mardani.
“Kita belum punya tata kelola pemerintahan yang baik, kita belum punya institusi yang dipercaya, pertumbuhan ekonomi kita belum baik, transparansi, akuntabilitas belum baik, masyarakat miskin belum terlayani, pendidikan kita belum berkualitas. Kesimpulan kata kuncinya, PR-nya ada di kita,” tambahnya.
Baca juga : Temui Presiden Prabowo, Bill Gates Beri Hibah USD159 Juta untuk Indonesia
Lebih lanjut, Mardani menyebut bahwa konferensi PUIC akan menghasilkan deklarasi bersama. “Outcome dari PUIC ini kita menyebutnya Jakarta Declaration, tetapi sebagian ingin usul Senayan Declaration lah, deklarasi Senayan karena tempatnya di Senayan,” ujar Mardani.
Mardani pun menjelaskan Gedung DPR dipilih sebagai lokasi pelaksanaan juga selaras dengan semangat efisiensi yang diharapkan Presiden Prabowo.
“Kenapa kita tempatnya di Senayan juga? Tentu mendukung program efisiensi dari Pak Prabowo, ya kita punya tempat. Ternyata komen dari sebagian besar delegasi kagum, ini kompleknya besar, greeny, di tengah kota, tempat pertemuannya bagus-bagus,” papar Mardani.
Sebagai informasi, PUIC ke-19 digelar di Gedung DPR, sejak 12 Mei hingga 15 Mei 2025. Meski acara pembukaan resminya baru digelar esok hari, namun rangkaian kegiatan PUIC ke-19 sudah dimulai sejak Senin (12/5), dengan sejumlah pertemuan penting.
Beberapa sesi pertemuan yang telah dilakukan antara lain membahas isu terkait Palestina dan Minoritas Muslim, Dialog Peradaban dan Agama, Ekonomi dan Lingkungan, serta isu Hak Asasi Manusia, Perempuan dan Keluarga. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More