Pemegang saham mencari bankir profesional yang mereka percaya akan mampu menyelesaikan krisis di PermataBank. Pilihan jatuh kepada Ridha D.M. Wirakusumah, mantan Citibanker yang memiliki jam terbang di 10 negara Asia. Ridha berpengalaman di bidang korporasi maupun ritel, dan berpengalaman membereskan Bank Internasional Indonesia (BII) Maybank selama tiga tahun sampai dengan 2010.
Setelah tiga bulan merayu Ridha, Astra dan SCB menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pertengahan Desember 2016 dan berhasil mengangkat Ridha sebagai nakhoda baru PermataBank.
Ridha langsung membereskan wholesale banking, yang menjadi sumber penyebab naiknya NPL. Sebanyak 16 orang pejabat pemasaran di wholesale banking PermataBank pun dipecat. RUPSLB kemudian menunjuk Darwin Wibowo dan Lea Setianti Kusumawijaya sebagai direktur menggantikan Sandeep Kumar Jain dan Anita Siswadi. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More