Poin Penting
- Pendapatan MINE naik 6,13 persen menjadi Rp1,22 triliun pada Semester I 2026.
- Laba komprehensif mencapai Rp100,42 miliar.
- Pertumbuhan ditopang bisnis penambangan, jasa konstruksi, dan kontrak proyek baru.
Jakarta – PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) membukukan kinerja positif sepanjang Semester I 2026. Emiten jasa penunjang pertambangan ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,22 triliun, meningkat 6,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,15 triliun.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, MINE membukukan laba komprehensif berjalan sebesar Rp100,42 miliar pada enam bulan pertama 2026.
Baca juga: Emiten Tambang MINE Raup Pendapatan Rp676,19 Miliar di Q1 2026
Chief Finance Officer MINE, Holmes Siringoringo, mengatakan bahwa peningkatan pendapatan Perseroan tersebut didukung oleh meningkatnya pendapatan lini usaha penambangan dan jasa konstruksi yang signifikan.
“Lini usaha jasa konstruksi tumbuh 93,95 persen dari Rp37,85 miliar menjadi Rp73,41 miliar,” ucap Holmes dalam keterangan resmi dikutip, 30 Juli 2026.
Bisnis Penambangan dan Konstruksi Jadi Motor Pertumbuhan
Holmes menjelaskan, lini usaha penambangan masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan. Pendapatan dari segmen ini meningkat 3,14 persen menjadi Rp1,14 triliun dari sebelumnya Rp1,11 triliun.
Baca juga: Emiten Tambang MINE Tebar Dividen Rp60 Miliar, 30 Persen dari Laba 2025
Di sisi lain, lini jasa konstruksi mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni 93,95 persen menjadi Rp73,41 miliar dari Rp37,85 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh sejumlah proyek yang tengah dikerjakan perseroan, antara lain bersama PT Weda Bay Nickel, PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), PT Hengjaya Mineralindo, serta proyek pembangunan jalan milik PT Erabaru Timur Lestari.
Tambah Kontrak dan Armada
Adapun, Perseroan juga terus memperluas portofolionya melalui sejumlah kontrak baru. Pada kuartal II 2026, MINE menambah kontrak untuk perpanjangan Proyek Konstruksi Sampala sepanjang 3,5 kilometer, menjadi subcontractor dari PT Horizon Jaya Perkasa untuk projek Dry Stack Tailings Facility di Morowali untuk PT Hengjaya Mineralindo.
Serta penambahan hampir 100 unit armada hauling di PT SCM, telah membuat MINE menjadi salah satu kontraktor hauling terbesar di PT SCM dengan total jumlah armada mencapai 200 Unit Dump Truck kapasitas 45 Ton.
Baca juga: MINE Bukukan Pendapatan Rp2,36 Triliun Sepanjang 2025, Naik 11,8 Persen
Selain itu, Perseroan mencatatkan liabilitas sebesar Rp946,07 miliar pada semester I 2026 atau turun 18,34 persen dari Rp1,15 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Sedangkan, ekuitas Perseroan meningkat 14,57 persen atau Rp975,11 miliar dari Rp851 miliar pada Semester I 2025. (*)
Editor: Yulian Saputra


