Poin Penting
- Askrindo mencatat laba setelah pajak sebesar Rp1,69 triliun pada 2025, atau melampaui target hingga 328 persen.
- Aset perusahaan tumbuh hingga menembus Rp31 triliun, didorong strategi bisnis yang adaptif dan manajemen risiko yang prudent.
- Penguatan tata kelola dan implementasi PSAK 117 menjadi fondasi peningkatan kinerja perusahaan.
Jakarta – PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo, anggota holding Indonesia Financial Group (IFG), mencatatkan kinerja keuangan konsolidasi yang kian menguat sepanjang 2025.
Didukung oleh strategi bisnis yang adaptif dan pengelolaan risiko yang prudent di tengah dinamika industri, perusahaan berhasil membukukan Laba Setelah Pajak sebesar Rp1,69 triliun. Capaian ini mencerminkan konsistensi kinerja bisnis Askrindo yang terus berada dalam tren positif.
Penguatan performa bisnis di berbagai lini sepanjang 2025 turut mendongkrak pendapatan premi serta profitabilitas perusahaan secara signifikan di tengah dinamika perekonomian nasional.
Baca juga: Hari Anak Nasional 2026, Askrindo Gelar Mobil Pintar Serentak di 25 Provinsi
Direktur Utama PT Askrindo, M. Fankar Umran, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari transformasi berkelanjutan dan penerapan strategi bisnis yang prudent serta berfokus pada kualitas portofolio.
Selain itu, Askrindo berfokus pada tiga pilar bisnis utama: memperkuat UMKM, mendukung keberhasilan Proyek Strategis Nasional (PSN), serta memperluas perlindungan asuransi mikro bagi masyarakat Indonesia.
“Capaian positif sepanjang tahun 2025 ini mempertegas komitmen Askrindo untuk terus tumbuh secara sehat dan berkualitas. Askrindo hadir menghubungkan kekuatan UMKM dan proyek strategis nasional, sekaligus mentransformasikan risiko menjadi penggerak pertumbuhan dan pilar ketahanan ekonomi Indonesia,” jelas Fankar.
Aset Tembus Rp31 Triliun
Dari sisi performa bisnis, Askrindo mencatat pertumbuhan solid dengan aset perusahaan menembus angka Rp31 triliun. Penguatan ini didorong oleh strategi portofolio yang berkualitas dan pengelolaan risiko yang disiplin.
Pencapaian finansial ini didukung penguatan tata kelola yang signifikan. Askrindo telah memperkuat Governance, Risk & Compliance melalui penurunan profil risiko dan implementasi risk awareness yang lebih disiplin di seluruh organisasi.
Baca juga: Perkuat Mitigasi Risiko Proyek, Askrindo dan Dinas PUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Jalin Kerja Sama Suretyship
Implementasi PSAK 117 pada laporan keuangan menjadi katalis positif yang mengedepankan transparansi dan keselarasan dengan praktik global.
Opini audit Wajar Tanpa Modifikasian dari RSM Indonesia (per 19 Juni 2026) juga memperkokoh posisi Askrindo sebagai perusahaan asuransi yang kredibel dan profesional dalam mengelola risiko secara terstruktur dan sistematis.
Perkuat Tata Kelola dan Kolaborasi
Saat ini, Askrindo terus berfokus memperkuat fundamental bisnis melalui mitigasi risiko yang disiplin serta peningkatan kolaborasi dengan mitra perbankan dan instansi terkait.
Baca juga: Askrindo Tegaskan Komitmen Tata Kelola Lewat Indonesia Excellent GCG Award 2026
Askrindo juga secara konsisten menjalankan berbagai inisiatif strategis untuk mempercepat layanan dan meningkatkan akurasi penilaian risiko (prudent underwriting).
“Askrindo menegakkan tata kelola ini secara konsisten, termasuk melalui penerapan reward dan punishment yang tegas, karena disiplin dan akuntabilitas adalah syarat mutlak pertumbuhan yang berkelanjutan,” imbuh Fankar.
“Pertumbuhan berkualitas adalah hasil dari tata kelola yang kuat. Ini bukan hanya tentang angka laba, tapi bukti nyata bahwa governance yang solid dan transparansi adalah fondasi kepercayaan stakeholder serta kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi nasional,” tutupnya. (*)


