Keuangan

Belum Ada Info Sidang Kartel Bunga Pindar, AFPI Tunggu KPPU

Jakarta – Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI), Entjik S. Djafar, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima informasi lebih lanjut mengenai sidang perdana dugaan kartel bunga pada industri pinjaman daring (pindar).

“(Soal sidang perdana kartel pindar) Oh, kami belum tahu itu, KPPU, kami belum ada informasi dari KPPU,” ujar Entjik saat ditemui di Jakarta, Jumat, 13 Juni 2025.

Sebelumnya, Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Deswin Nur, menyebut bahwa sidang perdana perkara dugaan pelanggaran kartel bunga di industri pindar kembali mengalami penundaan dari jadwal semula. Perkara ini melibatkan 97 pihak terlapor dengan nilai perkara mencapai Rp1.650 triliun.

“Saat ini majelis baru ditetapkan. Masih dicarikan jadwal yang sesuai,” ujarnya saat dikonfirmasi Infobanknews beberapa waktu lalu.

Baca juga: Sidang Perdana Dugaan Kartel Bunga Pindar Molor, Ini Penjelasan KPPU

Deswin menjelaskan, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan sidang tertunda dari jadwal awal yang seharusnya digelar pada awal Juni 2025 dan kini diperkirakan mundur ke akhir Juni.

Penundaan disebabkan oleh jumlah terlapor yang cukup banyak sehingga membutuhkan koordinasi jadwal sidang yang matang dan kesiapan ruang pemeriksaan.

KPPU Indikasikan Pelanggaran Aturan Antimonopoli

Diketahui, hasil penyelidikan KPPU mengindikasikan adanya dugaan pelanggaran Pasal 5 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Baca juga: KPPU Segera Sidangkan Dugaan Kartel Bunga Pindar, Begini Respons OJK

Dalam temuan tersebut, sebanyak 97 penyelenggara layanan pindar ditetapkan sebagai terlapor karena diduga menetapkan plafon bunga harian secara kolektif melalui kesepakatan internal yang dibentuk oleh asosiasi, yaitu AFPI.

Bunga Diturunkan dari 0,8 Persen Jadi 0,4 Persen per Hari

Dugaan pelanggaran ini berkaitan dengan penetapan tingkat bunga pinjaman, termasuk biaya pinjaman dan biaya-biaya lainnya, yang disepakati dengan batas maksimal suku bunga flat sebesar 0,8 persen per hari.

Besaran bunga tersebut dihitung dari jumlah aktual pinjaman yang diterima oleh peminjam.

Namun, pada tahun 2021, besaran tersebut diturunkan menjadi 0,4 persen per hari. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Tukar Uang Lebaran 2026 Dibuka Lebih Awal, Ini Jadwal Terbarunya

Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More

44 mins ago

KAI Daop 6 Pastikan Diskon Tiket KA Lebaran 30 Persen Masih Tersedia, Ini Cara Pesannya

Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More

1 hour ago

Lahan Terbatas, Kemenkop Ubah Desain Pembangunan Kopdes Merah Putih

Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More

4 hours ago

Dana Nasabah Dibobol, Bank Jambi Pastikan Ganti Kerugian Nasabah

Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More

4 hours ago

Rekening Ditutup, Donald Trump Gugat JPMorgan 5 Miliar Dolar AS

Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More

5 hours ago

Di FGD soal Kasus Sritex, Ekonom Ini Sebut Risiko Bisnis Tak Seharusnya Dipidanakan

Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More

6 hours ago