Poin Penting
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan subsidi dan kompensasi energi mencapai Rp203,7 triliun hingga Mei 2026 atau 45,6 persen dari pagu APBN.
- Belanja subsidi dan kompensasi melonjak 208,2 persen menjadi Rp203,7 triliun akibat pembayaran rutin bulanan
- Penyaluran BBM, LPG, listrik bersubsidi, dan pupuk hingga Mei 2026 tercatat meningkat dibanding tahun lalu.
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencatat pemerintah telah menggelontorkan anggaran subsidi dan kompensasi energi sebesar Rp203,7 triliun atau 45,6 persen terhadap pagu APBN hingga Mei 2026.
Purbaya mengatakan belanja subsidi dan kompensasi bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Belanja subsidi dan kompensasi tumbuhnya 208,2 persen mencapai Rp203,7 triliun,” ujar Purbaya dalam konferensi Pers APBN KiTa, dikutip, Senin, 7 Juni 2026.
Baca juga: Purbaya Pastikan Fenomena Inverted Yield Curve Bukan Tanda RI Resesi
Dari total tersebut, kata Purbaya, sebesar Rp94,8 triliun untuk pembayaran subsidi dan Rp108,9 triliun untuk pembayaran kompensasi. Dia menyebut belanja subsidi dan kompensasi yang melonjak tinggi ini disebabkan karena pemerintah mulai membayar secara rutin setiap bulan sejak 2026.
Realisasi subsidi dan kompensasi dipengaruhi oleh fluktuasi Indonesia Crude Price (ICP), depresiasi nilai tukar rupiah, serta pembayaran uang muka subsidi pupuk, peningkatan volume BBM, LPG, dan listrik.
Volatilitas harga minyak akibat dinamika geopolitik global dapat meningkatkan realisasi energi. Meski demikan, Indonesia telah memiliki pengalaman menghadapi kondisi tersebut, termasuk saat lonjakan harga pada konflik Rusia-Ukraina tahun 2022.
Adapun penyaluran BBM bersubsidi mencapai 6,31 juta kiloliter. Jumlah tersebut tumbuh 8,6 persen secara tahunan.
Kemudian, penyaluran LPG tabung 3 kilogram mencapai 2,85 juta ton naik 2,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara, listrik bersubsidi juga mencatatkan kenaikan jumlah pelanggan mencapai 43 juta pelanggan, naik 2,1 persen dibandingkan Januari hingga Mei 2025 sebanyak 42,1 juta pelanggan.
Baca juga: Purbaya Lapor APBN Defisit Rp180,4 Triliun pada Mei 2026
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan pupuk bersubsidi sebanyak 3,7 juta ton. Angka ini meningkat 20,7 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar 3,1 juta ton.
Selanjutnya, pemerintah memberikan subsidi bunga bagi debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tercatat hingga Mei 2026, jumlah debitur KUR yang menerima subsidi bunga mencapai 1,93 juta orang.
Jumlah tersebut tumbuh 0,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 1,92 juta debitur. (*)
Editor: Galih Pratama


