Jakarta–Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) sebagai lembaga non-kementerian yang menangani perkembangan ekonomi kreatif sangat mendukung berkembangnya bisnis starup di Indonesia. Namun, bagi para pelaku usaha kreatif, pengadaan modal dan administrasi memang masih menjadi persoalan yang dirasakaan saat ini.
“Tahun ini kami diperkenankan untuk memberikan bantuan permodalan. Ada sejumlah dana yang boleh pada waktunya saya akan umumkan, untuk bisa diakses oleh para startup,” ungkap Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo kala menjadi pembicara di“Local Startup Fest” di Jakarta, akhir pekan lalu.
Baca juga: Bekraf Pinang Perbankan Dukung Usaha Ekonomi Kreatif
Menurutnya, perkembangan teknologi dalam bidang startup menjadi subsektor penting yang harus menjadi prioritas Bekraf pada tahun ini. Oleh karena itu Bekraf beberapa bulan ini juga cukup agresif menggelar kegiatan yang menunjang para pelaku usaha kreatif untuk mengembangkan usahanya di bidang startup digital.
Pemberian fasilitas permodalan yang dilakukan Bekraf ini tentu bertujuan meningkatkan permodalan bagi pelaku kreatif melalui perbankan. Dalam acara ini pelaku kreatif dari masing masing subsektor akan memberikan pemaparan mengenai pola pembiayaan dari subsektor tersebut. (Bersambung ke halaman berikutnya)
“Saat ini juga Bekraf diminta untuk menjadi mitra Fenox Venture Capital dalam menyelenggarakan Startup World Cup Indonesia dan Bekraf Game Prime,” sambung Fadjarnya
Baca juga: Serapan Anggaran Bekraf Rendah, Ini Saran HIPMI
Dalam laporan Daily Social yang bertajuk “Indonesia’s Tech Startup Report 2016” mencatat setidaknya ada 71 pendanaan terhadap startup teknologi lokal. Dari 71 pendanaan tersebut, mayoritas di antaranya adalah seed funding atau pendanaan awal dengan angka 40 persen, diikuti pendanaan seri A dengan angka 24 persen. Di kuartal pertama dan kedua 2016 berlangsung masing-masing 14 dan 29 pendanaan, sedangkan di kuartal ketiga dan keempat 2016 terdapat 19 dan 9 pendanaan.
Rincian lainnya meliputi pendanaaan pra seri A (7%), pendanaaan seri B (4%), pre-seed funding (3%), Private Equity (2%), Affordable Access Initiative (1%), dan IPO (1%). Terdapat juga sekitar 18 persen pendanaan yang nilainya tidak terungkap. Bekraf, lanjut Fadjar, berharap pendanaan ini akan dapat menumbuhkan usaha startup di Indonesia dan dapat mengembangkan startup tersebut dengan baik. (*) Suheriadi


