Poin Penting
- BEI mencatat 87 persen dari 962 perusahaan tercatat telah menyampaikan laporan ESG, dengan 13 persen di antaranya telah diverifikasi pihak ketiga
- Sebanyak 120 perusahaan telah memperoleh verifikasi ESG dari pihak ketiga melalui kerja sama BEI dengan Morningstar Sustainalytics dan S&P Global
- Penilaian ESG menunjukkan risiko berada di level medium to low, sementara skor ESG perusahaan tercatat meningkat pada 2025.
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 87 persen dari 962 perusahaan tercatat telah menyampaikan laporan keberlanjutan atau Environmental, Social, and Governance (ESG) Reporting.
Senior Manager of Indices and ESG Business Development BEI, Rony Suniyanto Djojomartono, mengatakan dari 87 persen perusahaan yang telah memiliki ESG Reporting tersebut, sebanyak 13% telah diverifikasi oleh pihak ketiga.
“Artinya semakin banyak itu perusahaan-perusahaan yang sudah menyampaikan pelaporan keberlanjutan ya untuk meningkatkan dari sisi transparansi terkait dengan kinerja keberlanjutan mereka dan sudah ada yang di-assure oleh tiap ketiga,” ucap Rony dalam Edukasi Pasar Modal dikutip, 23 Agustus 2026.
Baca juga: Daftar Saham Penopang IHSG Sepekan: BYAN, BBRI, hingga BBCA
Lebih lanjut, Rony menambahkan, sebanyak 120 perusahaan tercatat telah memperoleh verifikasi dari pihak ketiga. Dalam proses tersebut, BEI bekerja sama dengan Morningstar Sustainalytics dan S&P Global.
Hasil verifikasi Morningstar Sustainalytics menunjukkan kinerja ESG perusahaan tercatat di Indonesia berada pada kategori medium to low. Artinya, risiko atau dampak terhadap ESG dari sisi keuangan perusahaan tercatat tergolong rendah.
“Artinya risiko dampak terhadap ESG gitu ya terhadap aspek financial perusahaan itu rendah gitu ya dari medium ke bawah gitu ya karena kalau Sustainalytics ini kita lihat bahwa dia menilainya itu dia menggunakan risiko gitu ya,” imbuhnya.
Baca juga: FTSE Russell Depak 29 Saham RI, Ini Daftarnya
Sementara itu, penilaian S&P Global menunjukkan adanya peningkatan skor ESG perusahaan tercatat dari 2024 ke 2025.
“Mereka artinya disini menunjukkan bahwa dari tahun 2024 ke 2025 terhadap ESG terdapat peningkatan dari sisi improvement ESG skor dari perusahaan-perusahaan tercatat di bursa gitu ya,” tutup Rony. (*)
Editor: Galih Pratama


