Ilustrasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Istimewa)
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pada bulan depan sudah akan ada Anggota Bursa (AB) yang memperoleh izin sebagai penyedia likuiditas atau liquidity provider (LP) di pasar saham.
Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan bahwa BEI sedang dalam proses evaluasi dan memantau kesiapan tiga calon AB dari total 13 AB yang telah menyampaikan minat menjadi LP.
“Saat ini sudah ada 13 AB yang menyampaikan minat, 3 di antaranya sedang dalam proses evaluasi oleh tim BEI. Melihat progres dan kesiapan AB, kami harapkan paling lambat bulan depan sudah ada AB yang mendapat izin sebagai AB LP saham,” ujar Jeffrey dalam keterangannya dikutip, Jumat, 4 Juli 2025.
Baca juga: Respons Anggota Bursa terhadap Penyesuaian Tarif Transaksi Bursa 2025
Sebelumnya, Jeffrey menyampaikan, dari 13 AB yang mengajukan minat menjadi LP, 5 di antaranya merupakan AB dari luar negeri, sementara 8 lainnya berasal dari dalam negeri.
Sebagaimana diketahui, proses permohonan lisensi bagi seluruh anggota bursa yang berminat menjadi LP Saham telah resmi dibuka sejak 8 Mei 2025.
Adapun upaya BEI dalam menghadirkan LP adalah untuk menjaga kedalaman pasar, juga stabilitas harga, serta perannya yang penting sebagai penyangga likuiditas.
Baca juga: Baru Ada 14 Perusahaan IPO hingga Semester I 2025, Ini Kata BEI
Selain itu, LP juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pasar, khususnya dalam mendukung pembentukan harga wajar dan mengurangi bid-ask spread pada saham-saham dengan likuiditas rendah. (*)
Editor: Yullian Saputra
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More