Poin Penting
- Sebanyak tujuh perusahaan masih berada dalam pipeline IPO saham BEI per 28 Agustus 2026.
- Pipeline didominasi empat perusahaan sektor kesehatan.
- BEI juga mencatat 15 perusahaan menerbitkan rights issue dengan nilai Rp15,85 triliun.
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat masih terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham yang bersiap menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Data per 28 Agustus 2026 menunjukkan, pipeline tersebut didominasi oleh empat perusahaan dari sektor kesehatan.
Direktur Penilaian BEI, Saidu Solihin, mengatakan terdapat tujuh perusahaan yang telah melakukan pencataan saham di BEI sepanjang tahun berjalan. Dari aksi IPO tersebut, total dana yang dihimpun mencapai Rp2,16 triliun.
“Saat ini terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline, terdiri dari 4 healthcare, 1 konsumer, non-siklikal, 1 energi, dan 1 industrial,” ucap Saidu dalam keterangannya dikutip, Senin, 31 Agustus 2026.
Baca juga: Soal Pipeline IPO Saham, Trimegah Sekuritas: Masih dalam Tahap Diskusi
Tujuh perusahaan dalam pipeline IPO tersebut terbagi ke dalam tiga klasifikasi berdasarkan skala aset.
Sebanyak tiga perusahaan merupakan perusahaan berskala besar dengan nilai aset di atas Rp250 miliar.
Kemudian, dua perusahaan masuk kategori aset skala menengah dengan nilai aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Sementara dua perusahaan lainnya memiliki aset berskala kecil atau di bawah Rp50 miliar.
Baca juga: BEI Buka Suara soal IPO Persija dan Persib, Ini Penjelasannya
Selain IPO, BEI juga mencatat perkembangan aksi korporasi berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.
Per 28 Agustus 2026, sebanyak 15 perusahaan tercatat telah menerbitkan rights issue dengan total nilai Rp15,85 triliun.
Sementara itu, di pasar obligasi dan sukuk, BEI mencatat telah diterbitkan 112 emisi dari 62 penerbit efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp112 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra


