Poin Penting
- BBCA menjadi pemberat terbesar IHSG sepanjang pekan 2–5 Juni 2026 dengan kontribusi penurunan 58,55 poin, disusul BBRI, TLKM, BRPT, dan MORA.
- IHSG terkoreksi 8,69 persen ke level 5.594,76, diiringi penurunan kapitalisasi pasar BEI sebesar 8,59 persen menjadi Rp9.807 triliun.
- Investor asing mencatat net sell Rp3,73 triliun pada 5 Juni, sehingga total jual bersih sepanjang 2026 mencapai Rp61,36 triliun
Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat lima saham yang menjadi penyumbang terbesar pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama perdagangan 2–5 Juni 2026.
Sepanjang pekan tersebut, IHSG terkoreksi 8,69 persen dan ditutup di level 5.594,76 dari posisi 6.127,38 pada pekan sebelumnya.
Sejalan dengan pelemahan indeks, kapitalisasi pasar BEI juga turun 8,59 persen menjadi Rp9.807 triliun dari Rp10.729 triliun pada pekan sebelumnya.
Baca juga: IHSG Ambles 8,69 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut jadi Rp9.807 Triliun
Dengan pergerakan tersebut, BEI telah merangkum lima saham yang menjadi top laggards atau saham yang mendorong pelemahan IHSG di pekan ini, yakni:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyumbang penurunan tertinggi sebesar 58,55 poin ke IHSG, dengan harga saham yang melemah 10,96 persen
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyumbang sebanyak 32,93 poin ke pelemahan IHSG, dengan harga saham yang turun 7,12 persen
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menyumbang penurunan sebanyak 28,19 poin ke IHSG, dengan harga saham yang merosot 8,91 persen
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menyumbang pelemahan sebanyak 25,88 poin ke IHSG, dengan harga saham yang turun 23,71 persen
- PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) memberikan 21,52 poin ke penurunan IHSG dan harga sahamnya melemah sebanyak 17,39 persen.
Nilai Transaksi Menurun, Volume dan Frekuensi Perdagangan Naik
Selain pelemahan indeks, rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan turun 5,71 persen menjadi Rp26,97 triliun dari Rp28,38 triliun pada pekan sebelumnya.
Di sisi lain, rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat 14,11 persen menjadi 2,41 juta kali transaksi dari 2,11 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Baca juga: OJK Sebut Pasar Modal Tetap Tahan Banting Meski IHSG Turun 29,14 Persen
Peningkatan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian yang naik 8,66 persen menjadi 33,63 miliar lembar saham dibandingkan 30,95 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, investor asing pada perdagangan Jumat (5/6) mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp3,73 triliun. Sepanjang 2026, total nilai jual bersih investor asing telah mencapai Rp61,36 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra


