Poin Penting
- RupiahCepat mendorong pemberdayaan UMKM perempuan melalui Womenpreneurship Business Bootcamp untuk memperkuat kapasitas dan daya saing usaha
- Sejak dibuka 10 Agustus 2026, program tersebut telah menarik 220 pendaftar dari 24 provinsi, dengan usaha yang beragam mulai kuliner, fashion hingga kerajinan
- RupiahCepat akan memilih 15-20 peserta untuk mengikuti pelatihan dan pendampingan bisnis pada 5 September-3 Oktober 2026
Jakarta – Platform pinjaman daring (Pindar) PT Kredit Utama Fintech Indonesia atau RupiahCepat mendorong pemberdayaan ekonomi inklusif melalui penguatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) perempuan.
Upaya pemberdayaan itu diwujudkan lewat Womenpreneurship Business Bootcamp yang menjadi bagian dari inisiatif #GROWwithRupiahCepat. Program gratis ini digagas untuk menjawab tantangan pelaku UMKM perempuan dalam mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Peserta terpilih mendapatkan pemahaman terkait pengelolaan usaha, pemasaran digital, literasi keuangan, pengembangan produk, perencanaan bisnis, hingga bantuan pemodalan. Lewat program ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan daya saing usahanya.
Baca juga: Lender Asing Rajin Guyur Industri Pindar, Ini Datanya
Sejak dibuka pada 10 Agustus 2026 lalu, ada 220 pelaku UMKM perempuan dari 24 provinsi yang sudah mendaftarkan diri di program ini. Selain datang dari berbagai daerah, jenis usaha para pendaftar juga beragam. Mulai dari kuliner, fashion, hingga kerajinan berbasis pemanfaatan sampah plastik.
Menurut Direktur PT Kredit Utama Fintech Indonesia (RupiahCepat), Anna Maria Chosani, tingginya respons pendaftar merefleksikan besarnya kebutuhan pelaku UMKM perempuan terhadap pengembangan kapasitas usaha. Baik dari sisi teknis bisnis maupun manajemen keuangan.
“Kami sangat senang dengan antusiasme para pelaku UMKM perempuan dan berharap program ini bisa memberikan manfaat dan menjadi jawaban bagi pengembangan kapasitas dan eksistensi pelaku UMKM kita,” ujar Anna dalam keterangan resmi, Jum’at, 21 Agustus 2026.
Ia melanjutkan, untuk dapat mengembangkan usahanya secara berkelanjutan, ketersediaan akses pembiayaan bagi UMKM perempuan juga perlu diimbangi dengan penguatan kapabilitas.
“Kami ingin mendorong pelaku UMKM perempuan untuk memperkuat kemampuan dalam mengelola dan mengembangkan bisnis melalui pembelajaran dan pendampingan yang relevan dengan kebutuhan usaha. Dengan demikian, mereka dapat lebih siap meningkatkan daya saing dan mendorong pertumbuhan usaha,” paparnya.
Adapun berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sekitar 64,5 persen dari 65,5 juta UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan. Jumlah perempuan wirausaha di Tanah Air mencapai 37 juta orang.
Sebagai tambahan, setelah pendaftaran ditutup pada 22 Agustu 2026, RupiahCepat akan memilih 15-20 pelaku UMKM perempuan yang lolos seleksi untuk mengikuti Womenpreneurship Business Bootcamp.
Baca juga: Kontribusi Pindar untuk UMKM Semakin Meningkat
Seleksi mempertimbangkan potensi pertumbuhan bisnis, dampak terhadap lingkungan dan masyarakat, serta nilai keberlanjutan melalui produk maupun kegiatan usaha.
Womenpreneurship Business Bootcamp akan berlangsung pada 5 September hingga 3 Oktober 2026 melalui pelatihan dan konsultasi bersama mentor serta praktisi berpengalaman di bidang pengembangan bisnis, pemasaran digital, branding, business scaling, dan penguatan operasional UMKM. (*) Ari Astriawan


