Poin Penting
- Bank Mandiri bagikan dividen Rp44 triliun (79 persen), setara Rp377/saham dengan yield 8,4 persen
- Saham BMRI stagnan usai RUPST, ditutup di Rp4.430 meski sempat naik
- Tren saham masih turun: -6,47 persen dalam sepekan, -6,93 persen secara bulanan, dan -13,14 persen year to date.
Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sepakat membagikan dividen Rp44,47 triliun dari laba tahun buku 2025, dengan dividen payout ratio sebanyak 79 persen. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu, 29 April 2026 di Jakarta.
Setelah RUPST tersebut, harga saham BMRI terpantau tak bergerak signifikan, hanya mengalami kenaikan sekitar 0,68 persen ke posisi Rp4.460 per saham dari harga perdagangan awal Rp4.430 per saham.
Meski menguat tipis usai RUPST, harga saham BMRI berakhir ditutup stagnan pada posisi Rp4.430 per saham pada perdagangan hari ini (29/4).
Baca juga: Bank Mandiri Sepakat Tebar Dividen Rp44,47 Triliun Tahun Buku 2025
Padahal, 15 menit setelah pembukaan perdagangan sesi I hari ini, harga saham BMRI sempat mengalami penguatan 2,03 persen ke level Rp4.520 per saham sebagai posisi tertingginya.
Meski demikian, dalam rentang waktu sepekan harga saham BMRI mengalami pelemahan hampir 7 persen, tepatnya 6,47 persen dari level Rp4.750 ke posisi Rp4.430.
Sedangkan secara bulanan harga saham BMRI mengalami penurunan 6,93 persen dan secara year-to-date (ytd) harga saham telah merosot 13,14 persen.
Baca juga: Bank Mandiri Catat Kinerja Solid di Triwulan I 2026
Yield Dividen Final
Adapun, secara nominal dividen yang dibagikan oleh BMRI senilai Rp377 per saham, setara dengan yield dividen final 8,4 persen. Meski begitu, cum dividen final dan tanggal pembayaran belum diumumkan.
Sebelumnya, BMRI telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 senilai Rp100 per saham pada Januari 2026. (*)
Editor: Galih Pratama




