Poin Penting
- Bank Mandiri menetapkan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp44,47 triliun atau 79 persen dari laba bersih Rp56,29 triliun, setara Rp476,95 per saham, berdasarkan keputusan RUPST
- Dividen tersebut sudah termasuk interim Rp9,32 triliun (Rp100/saham), sehingga sisa yang akan dibayarkan mencapai Rp35,14 triliun atau Rp376,95 per saham
- Sisa laba Rp11,82 triliun ditahan untuk penguatan modal, dengan rasio dividen 2025 meningkat dibanding tren sebelumnya yang terus naik sejak 2023.
Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI memutuskan untuk memberikan dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp44,47 triliun dari dari laba bersih konsolidasi.
Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Mandiri Tahun Buku 2025 pada Rabu (29/4/2026) di Jakarta.
Pembagian dividen tersebut setara dengan 79 persen dari laba bersih konsolidasi 2025 yang sebesar Rp56,29 triliun atau Rp476,95 per lembar saham.
“Menyetujui dan menetapkan penggunaan laba bersih konsolidasi perseroan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku 2025 sebesar Rp56.293.949.580.806,00. Sebesar 79 persen atau Rp44.472.220.168.832,70 atau sebesar Rp476,956938949 per saham ditetapkan sebagai dividen tunai,” tulis risalah hasil RUPST Bank Mandiri dikutip 29 April 2026.
Baca juga: Bank Mandiri Rilis Fitur Sertifikat Emisi di Livin’ Planet untuk Nasabah Retail
Jumlah tersebut termasuk dividen interim yang telah dibagikan kepada pemegang saham pada 14 Januari 2026 sejumlah Rp9,32 triliun atau Rp100 per lembar saham yang dibagikan pada Januari 2026.
Dengan demikian, sisa jumlah dividen tunai yang akan dibayarkan kepada pemegang saham sebesar Rp35,14 triliun atau Rp376,95 per lembar saham.
Sementara itu, sisa laba bersih sebesar Rp11,82 triliun ditetapkan untuk dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung penguatan permodalan perseroan di masa yang akan datang.
Baca juga: Bank Mandiri Catat Kinerja Solid di Triwulan I 2026
Sebagai informasi, pada tahun buku 2024 Bank Mandiri memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp43,51 triliun dari laba bersih konsolidasi atau setara dengan 78 persen dari total laba bersih konsolidasi atau Rp466,18 per lembar saham sebagai dividen tunai.
Rasio pembayaran dividen tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan dividen tahun 2023 yang sebesar 60 persen dari laba bersih perseroan. (*)
Editor: Galih Pratama




