Poin Penting
- Citi Indonesia dan YCAB Foundation menggelar lokakarya #SmartMoneyTalksABLE untuk meningkatkan literasi keuangan remaja penyandang disabilitas.
- Program Global Community Day 2026 juga mencakup pelatihan pengelolaan keuangan, dana darurat, investasi dasar, serta mitigasi risiko keuangan.
- Citi Indonesia dan YCAB menargetkan peningkatan kemandirian ekonomi dan kepercayaan diri generasi muda, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas.
Jakarta — Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) bersama YCAB Foundation memperkuat literasi keuangan inklusif bagi kaum remaja, termasuk penyandang disabilitas fisik. Sebagai rangkaian Global Community Day (GCD) 2026, Citibank Indonesia dan YCAB Foundation mengadakan lokakarya #SmartMoneyTalksABLE.
Lokakarya ini melibatkan sejumlah sekolah luar biasa (SLB) di Jakarta dan digagas untuk memperluas akses pendidikan finansial, yang diyakini menjadi fondasi penting bagi kemandirian dan peningkatan kualitas hidup.
Puluhan siswa-siswi SMP dan SMA dari SLB di Jakarta, termasuk WAFCAI (Yayasan Kursi Roda dan Pusat Persahabatan Asia Indonesia), SLBN 8 Jakarta Utara, dan SLBN 9 Jakarta, berpartisipasi dalam kegiatan GCD 2026 di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.
Baca juga: Citi Perkenalkan Teknologi AI di Pasar Indonesia, Buka Era Baru Industri Perbankan
Penerapan metode studi kasus dan diskusi kelompok membuat lokakarya ini lebih interaktif. Peserta dituntut untuk bekerja sama dalam tim dan menuntaskan studi kasus keuangan. Kemudian mereka diminta mempresentasikan solusinya di hadapan panel juri.
Dibekali Pengelolaan Keuangan dan Investasi Dasar
Rangkaian GCD 2026 juga sudah didahului dengan dua program lain. Pertama, ‘Digital Hustle, Financial Muscle’, di mana puluhan peserta dibekali keterampilan mengelola keuangan bagi pekerja dan calon pekerja berpendapatan tidak tetap, termasuk pengelolaan dana darurat dan investasi dasar.
Kedua, pelatihan daring ‘Building Resilient Financial Futures’ yang berfokus pada edukasi soal mengatur arus kas dan mitigasi risiko keuangan.
Baca juga: Jual Bisnis Konsumer ke UOB, Citibank Raup Keuntungan Modal Segini
Menurut Hario Widyananto, Country Head of Public Affairs, Citi Indonesia, kolaborasi berbagai pihak sangat penting dalam meningkatkan literasi keuangan di kalangan generasi muda. Perayaan Global Community Day menjadi komitmen Citi dalam berkontribusi bagi komunitas di mana mereka berada, sekaligus mendorong kemajuan ekonomi yang inklusif di Indonesia.
“Citi bangga dapat menyelenggarakan lokakarya literasi keuangan #SmartMoneyTalksABLE bersama YCAB Foundation untuk membantu generasi muda,termasuk perempuan dan penyandang disabilitas, mengembangkan literasi keuangan mereka sehingga dapat berpartisipasi lebih luas untuk membangun masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” papar Hario.
Dorong Kemandirian Ekonomi Penyandang Disabilitas
Sementara, Linda Sukandar, Chief Operating Officer YCAB Foundation, menekankan pentingnya memastikan akses pembelajaran yang setara bagi seluruh generasi muda, termasuk penyandang disabilitas. Kolaborasi Citi Indonesia dan YCAB Foundation ini ditujukan untuk memperluas akses pendidikan finansial yang inklusif bagi generasi muda.
“Melalui lokakarya ini, kami berharap remaja penyandang disabilitas dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan finansial yang dapat mendukung kemandirian mereka, sekaligus membangun kepercayaan diri untuk berkembang dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan ekonomi,” tegas Linda.
Baca juga: Bos Citi Indonesia Optimistis Permintaan Kredit Pulih pada 2026
Adapun Fitrianti, Kepala Subkelompok Pengembangan Peserta Didik dan Karakter (PDPK), Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, mengungkapkan, pentingnya memastikan akses yang setara terhadap kesempatan belajar bagi seluruh peserta didik, termasuk peserta didik penyandang disabilitas. Tidak terkecuali soal literasi keuangan.
“Literasi keuangan merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki generasi muda untuk mendukung kemandirian mereka di masa depan,” tegasnya.
Sebagai informasi, isu kesenjangan peluang kerja bagi para pemuda masih menjadi tantangan besar. Mengacu data International Labour Organization (ILO), diperkirakan ada sekitar 65 juta anak muda di seluruh dunia yang belum bekerja.
Sementara di Indonesia, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran sekitar 7,26 juta orang per Februari 2025. Namun, anak muda termasuk perempuan mengisi hampir setengah dari total jumlah pengangguran di Indonesia, yaitu hampir 50 persen.(*) Ari Astriawan


