Jakarta — PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menegaskan komitmennya dalam memperkuat fungsi intermediasi di pasar keuangan domestik seiring upaya pemerintah meningkatkan inklusi keuangan dan memperdalam pasar obligasi negara.
Komitmen tersebut tecermin dari raihan empat penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia kepada BCA sebagai Mitra Distribusi dan Dealer Utama Surat Utang Negara (SUN) untuk kinerja tahun 2025.
Secara rinci, BCA meraih penghargaan sebagai Dealer Utama SUN dengan Kinerja Terbaik 2025, kinerja terbaik di pasar perdana, kinerja terbaik di pasar sekunder, serta Mitra Distribusi SUN Ritel dengan kinerja terbaik.
Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih, mengatakan capaian ini mencerminkan peran aktif BCA dalam memperkuat intermediasi keuangan, khususnya melalui distribusi dan perdagangan surat utang negara.
Baca juga: BCA Resmi Tutup Anak Usaha di Hong Kong, Ini Alasannya
“Ini menunjukkan komitmen BCA dalam memperkuat fungsi intermediasi di pasar keuangan sekaligus mendukung pembiayaan negara yang efisien dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis, 16 April 2026.
Ia bilang, sebagai dealer utama, BCA terlibat dalam aktivitas pasar perdana maupun sekunder, termasuk pemasaran, perdagangan, serta penyediaan likuiditas. Peran ini dinilai krusial dalam menjaga stabilitas dan efisiensi pasar obligasi domestik.
Di sisi lain, BCA juga memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi negara melalui perannya sebagai mitra distribusi SUN ritel. Perseroan memanfaatkan kanal digital seperti myBCA dan KlikBCA Individu untuk memfasilitasi transaksi obligasi secara end-to-end.
Langkah tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong inklusi keuangan dan memperluas basis investor domestik. Digitalisasi layanan dinilai menjadi kunci untuk menjangkau investor baru, terutama dari kalangan generasi muda.
Baca juga: BCA Naikkan Target Pertumbuhan Kredit hingga 10 Persen pada 2026
Sepanjang 2025, mayoritas transaksi surat berharga negara (SBN) ritel di BCA dilakukan melalui aplikasi myBCA, dengan kontribusi lebih dari 80% dari total frekuensi transaksi. Jumlah investor juga meningkat lebih dari 20% secara tahunan, dengan pertumbuhan investor milenial dan Gen Z melampaui 50%.
Kondisi ini mencerminkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam pembiayaan negara, sekaligus mendukung pendalaman pasar obligasi domestik.
Ke depan, BCA menyatakan akan terus memperkuat perannya melalui inovasi layanan, pengembangan produk, serta kolaborasi dengan pemerintah dan regulator guna menjaga momentum pertumbuhan pasar keuangan nasional.
“Seiring dengan dinamika pasar keuangan global dan kebutuhan pembiayaan negara yang terus berkembang, BCA ingin terus memperkuat komitmennya untuk mendukung penguatan pasar Surat Berharga Negara melalui inovasi layanan, pengembangan produk, serta kolaborasi erat dengan pemerintah dan regulator, ” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra








